Kalahkan Pengusaha Kaya, Sadiq Khan Walikota Muslim Pertama di London

GN/Istimewa Walikota London yang baru terpilih.

GN/Istimewa
Walikota London yang baru terpilih.

LONDON (Global News)-Mengejutkan! Warga London ternyata lebih memilih sosok Sadiq Khan sebagai pemimpin atau walikota mereka dalam pemungutan suara, pekan kemarin. Padahal, pesaing Sadiq adalah seorang taipan Zac Goldsmith dari Partai Konservatif.

Lebih mengejutkan, Sadiq Khan terlahir dari keluarga super sederhana asal Pakistan yang sudah bermukim dan menjadi warga Inggris. Sadiq memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai sopir bus yang sempat dituduh memiliki kaitan dengan ekstremisme

Perolehan Sadiq Khan, calon Partai Buruh, mencapai 44,2% sementara Zac Goldsmith dari Partai Konservatif meraih 35% suara.

“Ayah saya adalah seorang supir bus dan ibu saya penjahit. London memberikan saya kesempatan untuk berkembang, dari rumah susun dan menjalankan usaha yang berhasil dan menjabat di kabinet,” kata Sadiq Khan, anggota parlemen dari Partai Buruh dalam situsnya.

Khan lahir di London pada tahun 1970 memang dibesarkan di rumah susun dengan enam kakak dan adik perempuannya di Tooting, daerah di London selatan dengan etnis beragam.

Sepanjang karir politiknya, Sadiq Khan pernah mendapat fitnah terutama dari Partai Konservatif yang menuduhnya terkait dengan ekstremisme Islam. Namun, Sadiq mengecam dan menyebut radikalisme sebagai kanker. Ia juga mengatakan mendukung perkawinan sesama jenis, langkah yang membuatnya mendapatkan ancaman mati.

Sadiq Khan pernahmenjadi seorangpengacara HAM namun ia memilih berhenti dari pekerjaanya sebagai pengacara dan menjadi anggota parlemen untuk Tooting pada 2005.

Pada tahun 2008, Perdana Menteri saat itu Gordon Brown mengangkatnya menjadi menteri komunitas sebelum menjadi menteri transportasi, sekaligus menjadi menteri muslim pertama yang menghadiri sidang kabinet.

Sadiq pun bergabung dengan Partai Buruh pada usia 15 tahun dan ditunjuk sebagai anggota majelis di daerah yang dikuasai Partai Konservatif di London, Wandsworth, pada 1994.

Dalam tanya jawab di parlemen akhir April lalu, Perdana Menteri David Cameron mempertanyakan pertimbangan Khan untuk hadir dalam sebuah acara yang sama dengan pria yang disebut mendukung gerakan yang menyebut diri negara Islam atau ISIS. Sadiq Khan menuduh pernyataan perdana menteri bersifat ‘memecah’.

Dalam tanya jawab pada 20 April lalu itu, David Cameron menyatakan kekhawatirannya terhadap Sadiq Khan yang muncul lagi dan lagi dan lagi (dalam acara yang sama dengan Suliman Gani di daerah pemilihannya, Tooting).  Namun ucapan David Cameron itu kemudian diinterupsi oleh anggota Partai Buruh dengan teriakan, ‘memalukan’.

Namun tudiangan miring David Cameron tidak cukup menggoyang pilihan warga London. Khan terpilih dengan keunggulan cukup besar dari Zac Goldsmith, yang juga menuduhnya terkait dengan terorisme.

Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif, Andrew Boff, mempertanyakan kampanye negatif Goldsmith yang mengaitkan dengan seorang radikal. Boff mengatakan, pendekatan negatif seperti ini merusak hubungan Partai Konservatif dengan berbagai komunitas di London. (bbc/faz)