Intan Satu Saka Masuk ‘Top 35’ Program Layanan Inovatif Terbaik Nasional

GN/Istimewa PAMEKASAN-Program Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran (Intan Satu Saka) Dinas Peternakan Pamekasan, terpilih menjadi Top 35 program layanan inovasi terbaik tingkat nasional.

GN/Istimewa
PAMEKASAN-Program Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran (Intan Satu Saka) Dinas Peternakan Pamekasan, terpilih menjadi Top 35 program layanan inovasi terbaik tingkat nasional.

PAMEKASAN (Global News)-Program Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran (Intan Satu Saka) Dinas Peternakan Pamekasan, terpilih menjadi Top 35 program layanan inovasi terbaik tingkat nasional, dalam lomba pelayanan inovasi pelayanan publik yang digelar oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementrian PAN dan RB).

Atas keberhasilan tersebut, Kamis (26/5/2016), Bupati Pamekasan Achmad Syafii diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan pada upacara penyerahaan yang diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Bidara Jakarta. Bupati Syafii akan didampingi Sekdakab Dr Alwi MHum dan Kepala Dinas Peternakan Bambang Prayogi.

Sebelum masuk ‘Top 35’ dalam penilaian sebelumnya Program Intan Satu Saka masuk ‘Top 99’ dari 2400 program inovasi seluruh Indonesia, yang diajukan daerah tingkat I dan II  se-Indonesia dalam lomba tersebut. Dari ‘Top 99’ tersebut Pamekasan merupakan satu satunya dari Madura, bersama sejumlah daerah di Jawa Timur.

Kompetisi inovasi pelayanan publik ini merupakan program tahunan Kementrian PAN dan RB. Tahun ini terdapat 2400 lebih program inovasi daerah yang diikutsertakan dalam kompetisi tersebut. Penilaian atas kompetsisi ini dilakukan oleh Tim Panel Indopendent Kementrian PAN RB.

Program Intan Satu Saka adalah program inovasi pada pengembangan ternak sapi yang dilakukan oleh Dinas Pertenakan Pamekasan. Dalam Program Intan Satu Saka ini Dinas Peternakan berupaya agar seekor sapi betina dalam satu tahun bisa satu kali melahirkan.

Pada saat masih masuk ‘Top 99’ Pamekasan telah mendapat penghargaan khusus dari Kementrian PAN dan RB. Selain penghargaan, Bupati Pamekasan Achmad syafii juga mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan program Intan Satu Saka di depan Tim Panel Independent Kementrian PAN dan RB di Jakarta guna penilaian untuk memilih ‘Top 35’.

Selain itu pada saat masih masuk ‘Top 99’  Kementrian PAN dan RB juga menfasilitasi dengan menggelar  Pameran Inovasi Pelayanan Public dan Simposium Nasional dengan tema “Melalui Inovasi Kita Perbaiki Pelayanan Publik,” yang dilaksanakan di Surabaya, 31 Maret hingga 2 April 2016 lalu.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii, mendapatkan kehormatan untuk menjadi pembicara dalam simposium nasional itu memaparkan program Intan Satu Saka tersebut bersama sejumlah kepala daerah tingkat II lain, antara lain Bupati Kutai Kertanegara, Bupati Tanggumos dan Bupati Gunung Kidul.

Kepala Dinas Peternakan Pamekasan Bambang Prayogi menegaskan makna ‘Top 35’ itu bukan berarti peringkat atau urutan. Akan tetapi bermakna komunal bahwa pada penilaian terakhir panitia memang memilih sebanyak 35 terbaik tingkat nasional dari program layanan inovatif yang diikutkan dalam lomba tersebut. Artinya 35 daerah yang terpilih semuanya masuk yang terbaik tingkat nasional.

“Kita bersyukur baru pertama kali kita ikut langsung mendapat juara ini menunjukkan bahwa apa yang kita upayakan membuahkan hasil dan mendapat penilaian bagus dari pemerintah pusat. Tinggal kita menindak lanjuti agar program ini benar-benar teraplikasikan dengan maksimal di masyarakat peternak sehingga nanti membuahkan hasil kongkrit bagi mereka,” kata Bambang. * mas*