Gula Operasi Pasar Pemprov Dijual Rp 11.750

GN/ISTIMEWA Suasana operasi pasar Pemprov Jawa Timur yang digelar di DTC Pasar Wonokromo, Jumat (27/5/2016).

GN/ISTIMEWA
Suasana operasi pasar Pemprov Jawa Timur yang digelar di DTC Pasar Wonokromo, Jumat (27/5/2016).

SURABAYA (Global News)-Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jumat (27/5/2016), mulai menggelar operasi pasar bahan pangan pokok terutama gula yang harganya sempat melambung hingga Rp 16 ribu setiap kilogram (kg).

Dalam operasi pasar tersebut, gula dijual dengan harga Rp 11.750 per kilogram. Ini tentu saja lebih murah daripada harga yang saat ini di pasar mencapai 14-15 ribu setiap kilogram. Di Surabaya, operasi pasar salah satunya digelar di DTC Wonokromo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur M. Ardi mengatakan operasi pasar tersebut bertujuan mengendalikan harga gula  jelang dan selama Ramadhan. Hal ini juga dilakukan setelah harga gula melambung tinggi di pasar.

Komoditas ini disinyalir bakal mengalami kenaikan harga signifikan jika tidak diantisipasi sejak sekarang. Pasalnya pada 24 Mei 2016 saja harga sempat menginjak Rp15.508 per kilogram. “TPID bergerak cepat melakukan pengawasan sampai dengan ke distributor-distributor,” ujar Ardi.

Bulan lalu, stok gula di Jawa Timur sekitar 54.000 ton. Terjadi penyusutan signifikan ke level 25.000 ton pada saat 18 Mei 2016. Pada 26 Mei 2016 bahkan sudah menyentuh 21.000 ton. Tapi Disperindag Jatim memastikan stok cukup sampai dengan dua bulan mendatang.

“Masyarakat tidak perlu panic buying karena stok masih cukup,” ujar Ardi. Stok aman lantaran para pabrik gula mulai giling sejak 10 Mei 2016 sehingga memasuki Juni diyakini gula sudah mengisi pasar.

Direktur Utama PTPN X Ir. Subiyono membenarkan stok gula yang tersedia di gudang sebanyak 21 ribu ton. Stok ini akan dipergunakan untuk pelaksanaan operasi pasar sambil menunggu musim giling.

Menurut Subiyono, konsumsi gula masyarakat di Jawa Timur perhari 1.500 ton. Artinya, kalau pada bulan Juni, di gudang sudah ada 21 ribu ton, dan pabrik gula yang ada mampu hasilkan 40 ribu ton, maka kebutuhan selama puasa sudah tercukupi.

Subiyono mengatakan, pihaknya juga akan melakukan efisiensi seperti, pengurangan keuntungan, memotong jalur-jalur distribusi yang tidak efisien, serta mengadakan operasi pasar secara besar-besaran dan terus menerus hingga dan selama Ramadan. “Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menurunkan HPP (harga patokan petani) gula dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp 6.700 sampai Rp 7.000 per kilogram. Dengan demikian PTPN dapat menjual kepada user seharga Rp 9.000 perkilo termasuk PPn,” jelas Subiyono usai rapat pengendalian harga pokok di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/5/2016).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan mengatakan, operasi pasar dilakukan di 78 titik strategis di seluruh Jawa Timur. Menurutnya, OP dengan harga lebih murah yakni direncanakan sekitar Rp 11.750 per kg ini merupakan keinginan dan kesepakatan bersama antara pemerintah, produsen dan pedagang gula.

“Semua pihak telah sepakat untuk menahan diri dalam mencari keuntungan. Masih cari untung tapi tidak cari keuntungan terlalu besar. Ini telah disepakati dan direalisasikan dengan melakukan operasi pasar,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Gula Indonesia Piko Nyoto berjanji akan menyediakan suplai gula pasir kepada masyarakat serta melakukan operasi pasar. “Pada intinya adalah, kami para pengusaha beserta Pemprov Jatim akan mengendalikan harga gula di lapangan seperti yang telah ditetapkan Presiden, kalau bisa di bawahnya lagi kan lebih bagus,” ujar Piko. roz