Gesits, Skuter Listrik Buatan Mahasiswa ITS

GN/ISTIMEWA TAK KALAH: Menristek Dikti Muhammad Nasir saat menjajal Gesits, Selasa (3/5/2016).

GN/ISTIMEWA
TAK KALAH: Menristek Dikti Muhammad Nasir saat menjajal Gesits, Selasa (3/5/2016).

SURABAYA (Global News)-Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akhirnya mendebut sepeda motor listrik Gesits di Gedung Riset Mobil Listrik, Surabaya, Selasa (3/5/2016). Produk ini merupakan hasil kolaborasi antara periset dari dunia pendidikan dan pebisnis otomotif nasional.

Perkenalan pertama ini dihadiri langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan (Ristek dan Dikti) Tinggi, Muhammad Nasir, Rektor ITS Joni Hermana, dan jajaran Direksi Garansindo, pihak yang bekerjasama dengan ITS.

Asal diketahui, nama Gesits sendiri merupakan akronim Garansindo Electric Scooter ITS. “Produk ini merupakan bukti kalau anak bangsa Indonesia mampu mengembangkan teknologi maju di dunia otomotif,” ucap Muhammad Al Abdullah, CEO Grup Garansindo.

Ketua Gesits Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, tidak banyak perusahaan otomotif yang mau mengembangkan teknologi dari anak bangsa. Garansindo, kata Nur, menujukkan komitmennya pada bangsa.

Meski masih berstatus prototipe, Gesits terlihat apik. Desainnya cukup atraktif dan dirasa mampu bersaing dengan skuter konvensional yang didominasi merek Jepang.

“Motor ini semua komponennya dirakayasa oleh ITS. Satu-satunya komponen yang masih impor itu baterainya saja ” kata Nur.

Sementara itu, Menteri Ristek dan Dikti M Nasir mengatakan, Gesits merupakan produk masa depan bangsa Indonesia. “Kalau teknologi sudah dimiliki dan bisa dikuasai dengan cepat, maka keuntungan terbesar akan dinikmati. Sebelum nanti kompetitor ikut masuk,” ujar Nasir.

CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah mengatakan, potensi pasar skuter listrik sangat besar di Indonesia. Kendaraan listrik memiliki banyak keuntungan dibandingkan kendaraan bermesin konvensional, seperti tidak menghasilkan emisi sama sekali serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Karena itu, menurut Muhammad Al Abdullah, pihaknya berencana memproduksi massal skuter Gesits buatan mahasiswa Instiut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Garansindo masih melengkapi persyaratan agar skuter tersebut bisa diproduksi mulai tahun depan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, beberapa negara sudah memberlakukan larangan kendaraan bermesin konvensional beroprasi di jalan raya. Ia mencontohkan, China sudah melarang alat transportasi massal beroperasi jika menggunakan bahan bakar fosil.

“Di dunia ini untuk kendaraan listrik, kita masih mumpuni untuk mengejar,” kata pria yang akrab disapa Memet itu, Selasa (3/5/2016). Indonesia, tegas dia, belum terlambat untuk mengembangkan kendaraan listrik. Ia yakin Indonesia masih bisa menyaingi negara-negara maju yang juga memproduksi kendaraan listrik. Selain itu, prototipe skuter listrik buatan ITS ini harus melalui uji kelayakan terlebih dahulu sebelum diproduksi massal. (kpc/faz)