Diwacanakan Jadi Pelatih Timnas, Gaji Mourinho Bisa Biayai Rio Satu Musim

JAKARTA (Global News)-Senin (9/5/2016) lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi melontarkan wacana menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih timnas Indonesia. Tujuannya mengangkat prestasi sepakbola tanah air. Namun, persoalannya, mampukah membayar gaji mantan Pelatih Real Madrid tersebut?

mourinho

Kepada Presiden Joko Widodo, Nahrawi juga sudah menyampaikan wacana tersebut. Namun, Ketua KOI yang juga pemilik Inter Milan, Erick Thohir, lebih menyarankan Guus Hiddink yang memiliki pengalaman internasional lebih banyak daripada Mourinho.

Nahrawi menilai pelatih timnas harus diisi oleh pelatih asing dan dibantu pelatih Indonesia sebagai asisten. Namun politisi PKB ini mengeluhkan tingginya gaji Mourinho yang mencapai Rp 250 miliar per tahun, so pasti jadi hambatan utama.

Salah satu hal yang cukup menyentil adalah membandingkan besarnya bayaran pelatih berdarah Portugal itu dengan kebutuhan biaya yang dibutuhkan pebalap Formula One Indonesia, Rio Haryanto selama satu musim penuh. Jumlahnya kurang lebih sama.

Seperti diketahui, Rio Haryanto sendiri dibayang-bayangi kekhawatiran tidak bisa mengikuti balap Formula One selama satu musim penuh. Hal ini, karena Rio hingga saat ini baru membayar down payment sebesar 3 juta euro dan ditambah 2,25 juta euro dari Pertamina sebagai sponsor tunggal. Pertamina sendiri berkomitmen untuk membantu Rio sebesar 5 juta euro. Padahal, Rio harus membayar 15 juta euro untuk bisa duduk di balik kursi mobil Formula One Manor. Itu artinya masih ada dana sebesar 7 juta euro yang harus dicari.

Saat ini Rio sendiri baru menjalani empat balapan di musim ini. Tim Manor dan Pascal Wehrlein, pebalap Formula One Manor lain, berharap Rio Haryanto bisa bertahan sampai akhir musim. Tapi karena masalah pembayaran sponsor, belum diketahui sampai kapan Rio bertahan di sana. Sehubungan dengan itu, jika manajemen Rio tidak bisa membayar hingga akhir bulan ini, Rio kemungkinan hanya bisa membalap sebanyak 10-11 seri. Bukan tidak mungkin juga posisinya tergantikan oleh pembalap asal Amerika Serikat, Alexander Rossi yang saat ini berstatus pembalap cadangan di tim Manor. Rumor yang beredar malah menyebut Manor memberi tenggat hingga akhir Mei ini untuk Rio menuntaskan seluruh pembayarannya.

Namun, Manajer Rio Haryanto, Piers Hunnisett membantah kabar tersebut. “Itu berita lama,” ujar Piers Hunnisett. “Mereka (Manor) sebenarnya sangat ingin Rio bisa bertahan hingga akhir musim ini, tapi kenyataannya mereka membutuhkan dana tersebut untuk bisa terus berlomba juga untuk meningkatkan mobilnya selama musim balap tahun ini,” lanjut Piers.

Dilanjutkan Piers, Rio sudah memahami soal kondisi yang dialaminya saat ini. Tapi Rio memilih tetap tenang dan fokus pada balapan-balapan yang akan dia jalani.”Dia tahu situasinya sejak awal, tapi dia tetap mempertahankan ketenangannya dan fokus pada balapan yang akan dijalani. Sekaligus terus belajar untuk bisa selalu tampil optimal di F1 musim ini juga mengenai setelan mobil terbaik yang bisa digunakan untuk setiap balapan,” kata Piers.”Kami pun masih terus bekerja untuk mendapatkan dana yang diperlukan,” lanjut Piers menyoal langkah lanjutan untuk Rio. (faz)