Wahyudi Dwi Irawan, Marketeers of The Year Surabaya 2016

Pimpinan BRI Agro Surabaya Wahyudi Dwi Irawan menerima penghargaan Marketeer of The Year 2016 Surabaya dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Pimpinan BRI Agro Surabaya Wahyudi Dwi Irawan menerima penghargaan Marketeer of The Year 2016 Surabaya dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

SURABAYA (Global News)-Sejumlah pengakuan terhadap kerja keras Wahyudi Dwi Irawan, Pimpinan Cabang BRI Agro Surabaya yang berbuah keberhasilan, “terpantau” lembaga yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Selasa (19/4/2016), di Shangri-La Hotel, Surabaya dia terpilih sebagai Marketeers Of The Year Surabaya 2016 dengan kategori Financial Service Industry Sector Banking. Menyisihkan calon-calon lainnya yang selama ini dipandang hebat dan lebih senior. Seberapa hebatkah Wahyudi? Bagaimana dia membawa perusahaan terus berkinerja bagus?

Penghargaan tersebut datang dari MarkPlus, Inc yang dikomandani Hermawan Kertajaya. Lembaga tersebut memberikan pengakuan dan penghargaan kepada para tokoh lokal di bidang pemasaran di kota Surabaya. Seperti Walikota Batu H. Eddy Rumpoko sampai Dirut RS PHC Iwan Sabatini. Tokoh-tokoh terbut adalah individu yang dipandang telah menunjukkan marketing spirit luar biasa yang patut diteladani. Pada saat yang bersamaan para tokoh tersebut, dinilai juga berhasil membawa dampak positif yang signifikan, khususnya terhadap kinerja perusahaan dimana yang bersangkutan berkarya maupun terhadap masyarakat luas pada umumnya.

Lalu bagaimana perasaan Achiel panggilan akrap Wahyudi menerima penghargaan tersebut?  “Saya anggap positif saja. Yang jelas, penghargaan ini sangat berarti untuk saya. Khususnya untuk segenap seluruh nasabah serta stakeholder. Yang jelas dengan penghargaan ini, saya harus lebih baik lagi dalam bekerja, demi kemajuan perusahaan,” kata pria ganteng yang lebih pantes menjadi peragawan dari bankir tersebut.

Pria dengan tinggi 178 cm dan berat 77 kg itu mengatakan,  ke depan dirinya terus senantiasa menginspirasi orang melalui sumber daya manusia (SDM) development. Tujuannya, menambah kompetensi, sehingga bisa berkontribusi terbaik kepada institusi. Serta membawa BRI Agro ke derajat yang lebih baik ke depannya.

Di tangan suami dari Fifi Febri Triana ini Bank BRI Agro Surabaya peringkatnya terus naik. Jika

sebelumnya, BRI Agro Surabaya berada di rangking 9 untuk BRI Agro secara nasional, kini sudah berada di rangkin 2. Rangking nomor 1 diduduki oleg BRI Agro Jakarta.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas hasil kerja ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih pula yang sebesar-besar kepada seluruh karyawan. Tanpa mereka kita bukan apa-apa. Tim ini sudah solid, semoga terus terjaga sehingga  bermanfaat bagi perusahaan, juga bagi nasabah juga bagi karyawannya,” kata pria murah senyum itu.

Ditanya kunci suksesnya, bapak tiga anak (Dhifa, Desta dan Arya) ini mengatakan, dirinya bekerja seperti bagaimana seharus bekerja yang baik dengan penuh kejujuran itu. “Secara umum, kunci kesuksesan ini adalah kerja keras, kerja cerdas dan selalu ikhlas dalam menginspirasi orang melalui SDM development,” katanya merendah.

Seperti semboyan Ki Hajar Dewantoro bahwasanya seorang pemimpin itu harus ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh), ing madyo mangun karso (di tengah memberi semangat) dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan). “Saya kira pemikiran tokoh pendidikan tersebut masih relevan dan mempunyai nilai yang harus kita teladani oleh generasi muda seperti saya ini,” katanya lagi.

Apa yang telah dicapai oleh Bank BRI Agro, katanya, merupakan kerja tim. Tanpa ada kekompakan di dalamnya, tak ada arti dirinya. Karena itu, karyawan adalah aset yang paling berharga. Peran team work yang harmonis merupakan kunci untuk mewujudkan dan meraih apa yang ditetapkan manajemen.

“Dengan team yang solid, speed serta smart didukung dengan komitmen dan kompetensi anggota team, Insyaallah apa yang kita rencanakan akan terwujud,” katanya.

 

Bahu Membahu

Tidak mudah menjadi pemimpin yang benar-benar bisa memimpin. Mengapa? Karena seorang pemimpin  “dituntut” harus bisa membawa lembaga atau organisasinya menuju cita-cita yang direncanakan. Memetik keberhasilan memang tidak mudah. Harus diperjuangkan dan terus menerus diperjuangkan.

Tentu saja, pengetahuan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses. Namun, ada yang lebih penting daripada pengetahuan. Seorang pemimpin harus memiliki visi yang kokoh bagi masa depan pelayanan atau organisasinya. Selain visi, ia juga harus mampu menciptakan tim yang dapat bekerja dengan baik. Itulah yang diterapkan Wahyudi di lingkungan kerjanya.

“Saya menyadari  dan tak bisa dipungkiri, saya  tidak akan mampu bertahan atau bekerja dengan hanya mengandalkan diri sendiri. Kita harus ‘satu hati’ dengan seluruh karyawan di sini (BRI Agro, Surabaya, RED). Program saya sebelum masuk ke sini, yang paling pokok membentuk team work yang handal, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Ujung-ujungnya akan membawa pertumbuhan positif bagi perusahaan,“ kata pria ramah kelahiran Madiun 11 April 1975 itu.

Memulai karirnya di perbankan pada tahun 2000 di BRI, sehari setelah memimpin Cabang BRI Agro Surabaya, langsung melakukan pembenahan internal. Intinya, seluruh karyawan harus satu visi dalam menjalankan bisnis perusahaan. “Alhamdulillah, ternyata teman-teman di sini memang juga ‘rindu’ hal itu,” kata lulusan Fakultas Ekonomi UPN Surabaya pada tahun 1999 dan S2 diselesaikan  di UGM tahun 2010 jurusan Pertanian Agri Bisnis.

Perusahaan yang kuat adalah perusahaan yang memiliki teamwork yang solid. Dalam menjalankan rutinitas atau projek tertentu, para pekerja bekerja sama saling bahu-membahu mewujudkan cita-cita perusahaan. Oleh sebab itu sebagai pimpinan, dia mampu mewujudkan situasi kerja yang nyaman, bersahaja, dan menjauhkan kompetisi yang tidak sehat antar sesama pegawai. Team work yang solid ditandai dengan adanya loyalitas, saling menghargai, dan kesetaraan.

Achiel menyadari, perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang peduli, mampu menjaga hubungan baik, serta mengutamakan para pelanggannya. Oleh karena itu, amatlah penting menciptakan iklim kerja yang berorientasi pada kepuasan konsumen. Para karyawan yang awereness dengan customer-nya akan mampu memberikan edukasi, hubungan baik, serta cepat tanggap.

“Saya masih merasa kurang untuk memberikan pelayanan hingga memperbaiki kinerja perusahaan ini. Karena itu, saya tak akan berhenti untuk melakukan terobosan-terobosan demi kemajuan Bank BRI Agro,” katanya. Erfandi Putra.

 

 

Dia Muda dan Penuh Inovatif

“Mengapa MarkPlus memilih Wahyudi Dwi Irawan, Pimpinan Cabang BRI Agro Surabaya sebagai Marketeers Of The Year Surabaya 2016 bidang perbankan? Kan masih banyak bankir yang piawai yang mempunyai posisi mentereng di sejumlah bank papan atas,” tanya Global News kepada Hermawan Kertajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc

Wakil Gubernur jawa Timur Saifullah Yusuf saat berbicara di depan forum didampingi Hermawan Kertajaya

Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat berbicara di depan forum didampingi Hermawan Kertajaya

Apa jawab Hermawan? “Bukan itu yang saya apresiasi. Dia itu muda. Dia penuh inovatif. Memang Bapak Wahyudi tidak menduduki pimpinan bank yang ‘mentereng’.

Kalau bank mentereng itu, kan ada yang hanya tinggal duduk saja, nasabahnya datang sendiri. Dan lagi, Pak Wahyudi smart, ganteng dan tinggi semampai,” kata Hermawan berseloroh.

Pak Wahyudi itu, kata Hermawan, mempunyai terobosan-terobosan yang tidak dimiliki bankir lain. Apa contohnya?

“Yang paling sederhana, dia bisa membuat team yang solid, team-nya punya semangat juang. Ini kan tidak terlepas dari bagaimana pemimpinnya memanage kelompok tersebut,” kata Hermawan.

Apa dampak dari itu semua? Tentang ini Hermawan mengatakan, lihat sendiri. Kinerja Bank BRI Agro Surabaya bagus. Ini fakta. Pak Wahyudi bakal cemerlang karirnya, karena dia pemasar yang bagus.

“Manusia seperti Pak Wahyudi ini harus di-eman-eman,” katanya. Erfandi Putra