Wabup Khalil Asyari: Indeks Integritas dan Prestasi UN Harus Sama Baik

GN/Masdawi Dahlan Wabup Khalil Asyari mengunjungi pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer di SMKN 2 Pamekasan, Senin (4/4/2016).

GN/Masdawi Dahlan
Wabup Khalil Asyari mengunjungi pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer di SMKN 2 Pamekasan, Senin (4/4/2016).

PAMEKASAN (Global News)-Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari menegaskan indek integritas dan nilai kuantitas dalam Ujian Nasional (UN) harus seimbang dan sama-sama harus baik. Karena tujuan pendidikan adalah mencetak manusia yang cerdas dan juga memiliki akhlak dan kepribadian yang mulia sesuai dengan ridla Allah SWT.

Hal itu diungkapkan Khalil Asyari kepada wartawan usai melakukan sidak pelaksanan UN tingkat SMA/SMK dan MA, Senin (4/4/2016). Dalam melakukan sidak kali ini Khalil Asyari didampingi oleh Ketua DPRD Pamekasan, perwakilan Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Drs Moh Tarsun MSi.

“Antara indeks integritas atau kejujuran dan indeks prestasi atau nilai kuantitatif harus seimbang dan sama-sama baik. Tidak bisa njomplang harus diperjuangkan. Nilai yang bagus tidak diawali kejujuran dalam UN tidak baik, juga sebaliknya jujur namun nilai kuantitasnya jelek juga tidak baik. Jadi harus bekerja keras semuanya sama-sama baik kedua-duanya,” katanya.

Khalil Asyari menegaskan secara umum pelaksanaan UN berjalan aman dan lancar. Peserta UN juga tampak bisa mengerjakan soal dengan penuh percaya diri tanpa rasa khawatir yang berlebihan. Karena pelulusan pada UN tahun ini tidak hanya tergantung pada hasil UN saja.

Masalah Indeks Integritas Ujian Nasional  (IIUN) tahun ini menjadi penting karena pemerintah pusat mulai UN tahun 2014-2015 lalu telah melakukan penilaian terhadap IIUN tersebut. Di Pamekasan yang memiliki IIUN yang baik atau tinggi hanya sebanyak 23 sekolah meliputi tingkat SMA/SMK/MA/ SMP dan MTs.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Moh Tarsun mengatakan, pada UN tahun 2016 ini pihaknya telah memberikan motivasi kepada semua tingkatan pendidikan agar benar-benar menjaga tingkat kejujuran dalam pelaksanaan UN. Dia melihat tanda-tanda untuk perbaikan dan optimalisasi sudah mulai tampak. Dia berharap agar benar bener membuahkan hasil.

“Sejak pemberian penghargaan terhadap 23 sekolah penerima IIUN tinggi pada UN tahunn 204-2015 lalu saya langsung genjot melakukan pembinaan ke semua jenjang sekolah agar menghadapi UN tahun ini benar-benar menjaga diri, jangan ada intervensi dan membiarkan anak untuk menunjukkan kemampuannya secara maksimal,”  katanya.

Pada UN tahun ini peserta untuk tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 12.207 siswa,  diselenggarakan di 54 sekolah penyelenggara.  Belum ada laporan siswa yang gagal mengikuti ujian. Dari 54 sekolah penyelenggara UN itu ada lima sekolah yang telah menyelenggarakan UN berbasis komputer  (UNBK).

Lima sekolah yang telah menggunakan sistem tersebut semuanya tingkat  SMK, yakni SMKN 2, SMKN 3, SMKN Pakong, SMKN Tlanakan, dan satu SMK swasta yakni SMK Al Mujtamak. ”Sementara dari tingkat SMA dan MA masih belum,” pungkas Tarsun. (mas)