UNS Luncurkan Sepeda Listrik Hilirisasi Penelitian

GN/TOTOK SUWARTO UJIICOBA: Rektor UNS Prof. DR. Ravik Karsidi memboncengkan Dirjen Pengembangan Inovasi Kemenristek Dikti saat mencoba sepeda listrik.

GN/TOTOK SUWARTO
UJIICOBA: Rektor UNS Prof. DR. Ravik Karsidi memboncengkan Dirjen Pengembangan Inovasi Kemenristek Dikti saat mencoba sepeda listrik.

SOLO (Global News)-Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (12/4/2016), meluncurkan sebanyak 13 sepeda listrik yang diproduksi dari hasil penelitian para dosen Fakultas Teknik (FT), terdiri dari varian sepeda beroda dua “BikUNS” dan roda tiga “TribUNS”, di Kampus UNS, Kentingan, Solo.

Khusus varian “BikUNS” yang beroda dua, pada peluncuran yang disaksikan Dr. Ir. Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, langsung dibagikan ke fakultas-fakultas dan diserahkan kepada para petugas Caraka atau pengantar surat di setiap fakultas.

Kedua varian sepeda listrik tersebut, menurut Prof. Dr. Kuncoro, dari FT-UNS, belum 100 persen menggunakan konten lokal karena masih menggunakan mesin dan baterei yang diimpor dari Tiongkok.

“Di FT-UNS sedang dikembangkan penelitian baterei lithium yang siap diproduksi. Namun hasil penelitian belum bisa digunakan, karena belum mendapat standar nasional Indonesia (SNI). Sehingga untuk produksi sepeda listrik yang risetnya dimulai 2015, baterei dan mesin masih impor dari Tiongkok. FT-UNS memproduksi rangka besi beserta box dari bahan serat,” jelas Prof. Kuncoro, di depan Dr. Ir. Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti.

Prof. Kuncoro menyatakan, pihaknya masih berupaya menekan biaya produksi agar sepeda listrik “BikUNS” bisa dipasarkan secara luas. Menurut dia, “BikUNS” belum bisa bersaing dengan produk Tiongkok di pasaran, karena sepeda listrik hasil penelitiannya yang dilengkapi perangkat pengisian baterei khusus masih mahal.

Sepeda listrik “BikUNS” yang menggunakan bateri lithium ion saat tenaga listrik terisi penuh bisa digunakan untuk menempuh jarak 25 – 30 kilometer dan bisa bertahan sehari tidak habis. Proses pengisian 2 – 3 jam.

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, mengungkapkan, sepeda listrik yang dihasilkan FT -UNS merupakan awal dari hilirisasi penelitian di bidang teknologi ramah lingkungan. Sebelumnya, UNS ditugasi Kemenristek Dikti untuk melakukan penelitian dan pengembangan mobil listrik dan baterei lithium yang merupakan salah satu komponen penunjang mobil listrik.

“Prototipe mobil listrik yang ramah lingkungan sudah jadi dan masih terus dikembangkan. Sekarang diluncurkan sepeda listrik ramah lingkungan yang akan digunakan di kampus UNS untuk mendukung program green campus. Kalau baterei lithium sudah mendapat SNI akan diluncurkan bersama mobil listrik,” jelasnya. (tok)