UNS Ciptakan Varietas Pisang Semar

GN/Ilustrasi

GN/Ilustrasi

KARANGANYAR (Global News)-Para peneliti Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP-UNS) Solo, berhasil mengembangkan tanaman pisang varietas unggul yang berasal dari hasil penelitian kultur jaringan dengan nama “Varietas Pisang Semar”.

Tanaman tersebut mulai dibudidayakan di wilayah Kec. Jenawi, Kab. Karanganyar, yang terletak di lereng barat Gunung Lawu, perbatasan antara Prov. Jateng dengan Jatim.

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, Kamis (7/4/2016), menyerahkan 3.700 batang bibit pohon pisang kepada Bupati Karanganyar, Yuliatmono dan memimpin penanaman perdana varietas pisang baru tersebut di pekarangan Kantor Kecamatan Jenawi, Kab. Karanganyar. Kegiatan UNS bertajuk “Pisang Bersemi di Jenawi” tersebut, merupakan pengabdian kepada masyarakat, terkait dengan Lustrum ke-8 UNS pada 11 Maret 2016 lalu.

“Kami mengembangkan kultur jaringan tanaman pisang di Kec. Jenawi, sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian para peneliti  UNS. Harapan kami, varietas pisang Semar dapat dibudidayakan agar Jenawi kembali menjadi sentra penghasil pisang,” katanya.

Dekan Fakultas Pertanian (FP) UNS, Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto, mengungkapkan, varietas pisang baru yang dihasilkan dalam penelitian kultar jaringan di fakultasnya cukup banyak, khususnya pisang Raja dan pisang Ambon. Khusus varietas pisang Semar yang merupakan unggulan dan sudah teruji untuk dibudidayakan, kultur jaringannya berasal dari pisang Ambon.

Di antara bibit pisang yang diserahkan, kata Prof. Bambang, ada varietas pisang tanduk yang potensial untuk bahan baku kripik. Selain itu, FP-UNS juga berhasil memperoleh kultur jaringan pisang Ambon Tawangmangu yang dahulu populer di obyek wisata Tawangmangu.

“Saat ini pisang Ambon yang dijual di Tawangmangu berasal dari luar tapi di branding sehingga dianggap pisang Ambon Tawangmangu. Kelak koleksi pisang di Karanganyar di sentra pisang Jenawi. Di sini juga akan ditanam pisang yang tidak disenangi untuk kepentingan penelitan dan pemuliaan melalui  penyilangan,” jelasnya.

Menanggapi kegiatan UNS di Jenawi, Bupati Karanganyar, Yuliatmono, menyatakan, di masa lalu Desa Anggras Manis, Kec. Jenawi merupakan sentra kebun pisang yang hasilnya dipasarkan ke luar daerah, terutama di obyek wisata Tawangmangu. Dalam upaya mengembalikan Jenawi sebagai sentra produksi pisang, dia minta masyarkat petani mengubah kultur dan kebiasaan dari bertani secara tradisional menjadi petani berteknologi yang produktif.

“Hadirnya para pakar FP UNS hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengubah kultur bertani tradisional dengan bercocok tanam dengan teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya di hadapan masyarakat Jenawi.

Dikembangkannya budidaya tanaman pisang varietas unggul di Jenawi, sambungnya, akan mengembalikan daerah itu sebagai sentra pisang. Pemkab. Karenganyar, katanya, mengembangkan sentra-sentra pertanian dan perkebunan, di antaranya di Jatiyoso dengan tanaman jambu biji, Jatipuro dengan durian dan lain-lain (Tok Suwarto).