Underpass Jln A Yani Surabaya Mulai Dibangun Tahun Ini

GN/Ilustrasui Jalan bawah tanah atau underpass di kawasan Jalan Panglima Sudirman Jakarta

GN/Ilustrasui
Jalan bawah tanah atau underpass di kawasan Jalan Panglima Sudirman Jakarta

SURABAYA (Global News)-Kawasan Bundaran Dolog, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, saat ini salah atau simpul kemacetan terparah. Mengurangi kemacetan tersebut, Pemkot Surabaya mulai menjalankan proyek pengurai kemacetan tahun ini. Sebuah jalan bawah tanah (underpass) akan dibangun di ruas timur Jalan Ahmad Yani.

Jalan bawah tanah sepanjang kurang lebih 526 meter ini dibangun tepatnya di depan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA). Underpass ini memanjang hingga Jalan Ahmad Yani di depan persimpangan Kantor BRI Jalan Jemur Andayani I (persimpangan menuju Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, idealnya underpass itu memotong rel kereta api. “Tapi karena itu jalan nasional, kami tidak berwewenang mengerjakan. Kalau nasional ya ketemu nasional,” ujar Tri Rismaharini di Ruang Kerjanya, di Balai Kota Surabaya, Kamis (31/3/2016) kemarin.

Karena itu, pembangunan ini nantinya akan menggunakan anggaran dari Pemerintah Pusat. Detail Engineering Design (DED) jalan bawah tanah ini, kata Risma, juga telah dilayangkan ke Pemerintah Pusat.

Risma berharap pembangunan underpass ini untuk mengatasi persimpangan kendaraan di satu bidang di depan rel kereta api Jalan A Yani, yang selama ini dinilai menjadi penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut.

“Supaya enggak ketemu kendaraan dari Bundaran Dolog yang mau ke arah Jemursari, sehingga terjadi persimpangan satu bidang,” katanya.

Dia mengatakan, langkah pertama yang dilakukan sebelum memulai proyek underpass ini adalah memasang box culvert untuk menutup sungai di sepanjang Jalan Raya Jemursari.

Anggaran penutupan sungai dengan box culvert ini mencapai Rp 33 miliar yang dikucurkan dari APBD Pemkot Surabaya. Nantinya, sungai yang tertutup dengan box culvert akan menjadi bagian Jalan Raya Jemursari, sehingga jalan itu lebih longgar untuk kendaraan yang melintas.

Namun, kendaraan dari Jalan Raya Jemursari ini justru akan dilarang menyeberang rel kereta api menuju ke Jalan A Yani. Pengendara harus berbelok melalui frontage road, mengambil u turn di persimpangan Kantor BRI Jalan Jemur Andayani I, kemudian menyeberang rel kereta api ke Jalan A Yani.

Tidak hanya jalan bawah tanah di Bundaran Dolog/Taman Pelangi, rencananya Pemkot Surabaya juga akan membangun underpass di simpang tiga menuju Jalan Margorejo dan underpass Bundaran Satelit. (ssn/zis)