Tiga Kelompok Masyarakat Wakili Pemkot Mojokerto Ke Jatim

GN/BAMBANG SUJARWANTO Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Siti Amsah Mas’ud Yunus, getol membina kegiatan PKK disetiap Kelurahan sampai tingkat RT.

GN/BAMBANG SUJARWANTO
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Siti Amsah Mas’ud Yunus, getol membina kegiatan PKK disetiap Kelurahan sampai tingkat RT.

MOJOKERTO (Global News)–Tiga kelurahan tersebar di Kecamatan Magersari di Kota Mojokerto tahun 2016 memiliki prestasi membanggakan. Pasalnya, tiga kelompok itu kini mampu masuk peringkat 2, 3 dan 5 Jatim. Sekaligus mewakili Pemkot Mojokerto mengikuti lomba di Jatim.

Tahun 2016, diawali oleh Posyandu Malabar dari Kelurahan Kedundung, tahun ini terpilih sebagai administrasi terbaik di Jatim. Kini, keberhasilan kelompok ini dalam penilaian fisik tim juri dari Kesatuan Gerak PKK–KB tim penggerak PKK Provinsi Jatim.

Keberhasil Posyandu Malabar itu, kini mendorong  Kelompok Gotong Royong dari Kelurahan Meri masuk tiga besar Jatim, dan keberhasilan itu juga membuat Kelompok Karang Werda Rukun Iku Agawe Santoso (RIAS) dari Kelurahan Gedongan juga masuk nominasi 5 besar Jatim.

Drs Suyanto MSi Koordinator LSM Masyarakat Peduli Lingkungan Sejahtera mengatakan, semakin banyak kelompok masyarakat di Kota Mojokerto bisa masuk lima besar Jatim itu membuktikan kalau warga Kota Mojokerto serius dalam menjalankan berbagai program pemerintah.

Seperti Posyandu Malabar, Kelurahan kedundung tahun 2016 ini mampu terpilih sebagai kelompok yang memiliki administrasi terbaik, dan kini Posyandu itu dalam penilaian fisik tim juri dari PKK Jatim.

Menurut bapak dua anak ini, jika administrasi Posyandu sudah baik, tentu kegiatan fisiknya juga baik. Pasalnya, semua kegiatan fisik yang dijalankan di Posyandu Malabar tentunya juga dituangkan dalam administrasi pula.

Jejak keberhasilan Posyandu Malabar, menembus 2 besar dari 38 daerah tingkat dua Jatim itu, kini dicontoh oleh Kelompok Karang Werda dari Kelurahan Meri yang juga masuk 3 besar lomba Gotong Royong Jatim.

Dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat. Kelompok ini sekarang dalam proses penilaian fisik oleh tim juri dari Pemprov Jatim. Tampaknya, keberhasilan Kelurahan Meri itu mendorong Kelompok Karang Werda Rukun Iku Agawe Santoso (RIAS) dari Kelurahan Gedongan juga mengikuti lomba Karang Werda berprestasi tingkat Provinsi Jatim.

Dan hasilnya, kelompok RIAS masuk tiga besar se Jatim. Kelompok ini sekarang dalam proses mengikuti penilaian tim juri serupa dari Jatim, yang akan menentukan apakah kelompok RIAS bisa menjadi masuk peringkat satu atau tidak.

Dengan prestasi tiga kelompok masuk tingkat Jatim ini, membuktikan jika masyarakat Kota Mojokerto selalu serius menjalankan seluruh program dari pemerintah secara baik. “Semoga, keberhasilan tiga kelompok ini bisa menjadi pendorong kelompok lainnya yang ada di Kota Mojokerto,” katanya.

Walikota Mojokerto, Drs KH Mas’ud Yunus merasa bersyukur tahun ini ada 3 kelompok masyarakat dari tiga kelurahan masuk penilaian tingkat Jatim. Karena kegiatan ini, bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan program pembangunan guna meningkatkan motivasi, dan kreativitas pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat ditingkat kelurahan.

Pasalnya, pemerintah berharap seluruh program pembangunan berlangsung di kelurahan bisa dilaksanakan secara terpadu. Abah Ud mengambil contoh tentang Lomba Gotong Royong. Dimana, kelompok ini harus bisa mengembangkan swadaya gotong-royong masyarakat.

Kelurahan Meri bisa masuk nominasi tiga terbaik gotong royong tingkat Provinsi Jatim tahun ini, diharapkan bisa menjadi pendorong kelompok lainnya di Kota Mojokerto, agar bisa mencontoh keberhasilan dari Kelompok Gotong Royong di Kelurahan Meri tersebut.

Pasalnya, peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan untuk mensejaterakan masyarakat. Dengan lomba itu, Walikota berharap semangat kebersamaan dalam kegotongroyongan selalu tumbuh, mengakar dan melestari disanubari setiap warga Kota Mojokerto. Sehingga, tercipta kehidupan bermasyarakat rukun dan damai.

Walikota menjelaskan salah satu yang menjadi program unggulan Kota Mojokerto dalam penilaian ini yakni, program Pusyar. Program unggulan Pemkot Mojokerto ini terbukti bisa mewujudkan perekonomian yang berkeadilan dan berbasis syariah.

Berkat program ini, pengusaha produk khas Kota Mojokerto, seperti pengusaha batik, pengusaha sepatu, pengusaha katering dan kecil lainnya dapat tumbuh. “Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto kini semakin meningkat,” katanya.

Sementara dalam penilaian lapangan yang dilakukan tim penilai dari Jatim, menilai berbagai bidang pemberdayaan. Antara lain, bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi, bidang lingkungan, bidang sosial budaya dan keamanan.

Pada bidang kemasyarakatan, tim penilai juga meninjau tiga pos kamling terpadu dengan free wifi di lingkungan Kuwung dan Meri, serta taman wisata Benteng Pancasila. Di bidang ekonomi, peninjauan dilakukan di industri batik tradisional Bu Dar dan industri kripik Winda Agung di Griya Permata Meri.

Untuk bidang ekonomi, program Pembiayaan Usaha Syariah (Pusyar) juga menjadi andalan. Pembiayaan pinjaman tanpa bunga, tanpa biaya asuransi dan tanpa biaya administrasi ini menjadi unsur penting yang akan dinilai tim penilai lapangan.

Bidang sosial budaya dan kegamaan, yaitu Poskesdes lingkungan Meri, PKK Kelurahan Meri, Masjid Wakaf di lingkungan Kuwung dan sanggar tari Asmorodono. Untuk bidang lingkungan, yaitu bank sampah lingkungan Griya Permata Meri, bedah rumah di lingkungan Tropodo dan Kebun toga PKK Kelurahan Meri.

Dalam penilaian itu tampak hadir, Walikota Mojokerto KH Mas’ud Yunus, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Siti Amsah Mas’ud Yunus, Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Sri Mudjiwati, Camat dan Lurah di ruang Nusantara Pemkot Mojokerto beramahtama dengan tim penilai dari Jatim dipimpin, Indra Istiyanto, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan, Kemenag, Gerontologi Abiyoso dan Biro Kesra Provinsi Jawa Timur.

Ketua rombongan Indra Istiyanto mengatakan, tim penilaian akan melihat dari dekat ketentuan norma yang ada. Ia menyadari, keberadaan Karang Werda sangat penting bagi para lansia. Apalagi semakin tahun jumlah lansia semakin banyak.

Ia juga akan melihat di Kota Mojokerto ada beberapa program menjadi andalannya di antaranya, keberadaan Panti Werda sebagai tempat penampungan para lansia. Kedua, usia harapan hidup di Kota Mojokerto saat ini sudah mencapai usia rata-rata 72 tahun sampai 82 tahun. Usia itu merupakan usia harapan hidup tertinggi di tingkat Jawa Timur.

Oleh karena itu, derajat hidup warga Kota Mojokerto sangat bagus sehingga warga usia lansia di Kota Mojokerto semakin hari semakin meningkat.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus mengatakan, jika Pemkot Mojokerto terus mendukung upaya-upaya peningkatan derajat hidup kesehatan masyarakat, terutama pada usia lansia melalui fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh lansia. Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial selalu mendukung adanya Karang Werda di berbagai lokasi di Kota Mojokerto.

Bulan Maret ini, Pemkot Mojokerto telah meresmikan Panti Sosial Tresna Werda Tribuana Tungga Dewi sebagai tempat penampungan para lansia. Pelayanan khusus lansia di Puskesmas Wates juga sudah tersedia secara gratis serta adanya rencana pembangunan trotoar dan fasilitas umum di beberapa titik terutama di jalan Gajahmada – Pahlawan (Gamapala) juga terus diupayakan sebagai bentuk fasilitas melalui peningkatan sarana prasarana.

Disinggung tentang harapan Panti Werda Rias Kelurahan Gedongan meraih juara di tingkat Provinsi, Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus mengaku, semuanya diserahkan pada tim penilai provinsi.Walikota berdoa Kota Mojokerto bisa mendapatkan hasil yang terbaik dalam lomba tahun ini. * bas/adv