Tembakau Varietas Prancak 95 Madura Diam-diam Dikembangkan Tiongkok

GN/Ilustrasi

GN/Ilustrasi

PAMEKASAN (Global News)-Tembakau Prancak 95 yang merupakan varitas tembakau khas Madura, diam-diam sudah lama dikembangkan dan dibudidayakan di China. Di Negeri Tirai Bambu Tirai Bambu tembakau yang beraroma khas untuk rokok kretek itu, dikembangkan di Propinsi Yunan. Di wilayah itu tembakau ditanam di lahan di atas 700 meter permukaan air laut.

Hendra, Kepala Bidang di Dinas Perindag Pamekasan, mengatakan tembakau Prancak 95 yang dikembangkan di China itu hampir sama dengan tembakau Prancak 95 di Madura, karena bibitnya sama. Pola budidaya tanaman dan tehnik penanganan pasca panenpun juga persis, seperti yang dilakukan petani di Madura.

“Tata cara tanamnya, bedengannya, cara pemupukannya, tata cara memasatnya dan tata jemur dan merajangnya sama dengan yang dilakukan di Madura. Pakai bidik dijemur persis semuanya dengan yang dilakukan di Madura. Ini fakta dan disana sudah digarap mulai sekitar 4 tahunan terakhir,” kata Hendra, saat ditemui Global News, Rabu (13/4) kemarin.

Hendra mengatakan, dibandingkan dengan tembakau Prancak 95 produksi Madura, produksi China secara fisik kualitasnya lebih baik, lebih bersih dan terhindar dari unsur-unsur non tembakau, sebagaimana sering ditemukan pada tembakau produksi Madura.

Karena itu, tembakau China itu sangat memudahkan bagi perusahaan yang akan membelinya. Apalagi harganya, kata Hendra, jelas lebih murah dibandingkan dengan harga tembakau Prancak 95 yang dari Madura.

Maka perusahaan rokok diberbagai negara maupun mungkin di Indonesia juga akan melirik tembakau itu. Ini sesuatu yang bisa saja terjadi. Apalagi belakangan ini, lanjut Hendra, telah  banyak perusahaan rokok yang dengan sembunyi, atau terang terangan impor tembakau dari luar Indonesia.

Yang membedakan antara tembakau Prancak 95 produksi China dengan Prancak 95 Madura, kata Hendra, adalah soal aromanya saja. Aroma tembakau Prancak 95 Madura tidak bisa ditiru oleh budidaya tembakau Prancak 95 dari China. Itu terjadi karena kontur atau struktur tanah Madura yang memang khas. Karena itu merupakan kelebihan dari tembakau Madura.

Meski demikian, kata Hendra, tidak menutup kemungkinan, sesuai dengan kemampuannya dalam tehnologi, maka bisa saja China membuat ekstrak aroma tembakau Madura lalu dicampurkan ke tembakau Prancak produksinya sendiri.

Jika itu terjadi, maka akan tamatlah tembakau Madura. Karena tembakau Prancak 95 produk mereka akan persis sama dengan tembakau Madura, baik dari fisik maupun aromanya.

Hendra menegaskan kondisi itu bagi petani tembakau Madura bisa menjadi petaka juga bisa menjadi berkah. Tergantung bagaimana petani menyikapinya. Jika petani tembakau Madura mau kembali pada pola budaya tanam yang baik dan benar, maka produksi tembakau Prancak 95  hasil petani Madura akan tetap jaya. Tetapi jika sebaliknya maka benar-benar akan jadi petaka.

“Petani harus kembali dengan pola budidaya tanam yang baik dan benar. Karena kita di Madura punya potensi yang tak dimiliki oleh China, yakni kondisi struktur dan kontur tanah yang khas. Karena itu, jika petani berpegang pada pola tanam dan pola panen yang baik, maka akan tetap menguasai dan tidak terpengaruh oleh tembakau Madura mitasi dari China tersebut,” ungkapnya.

Hendra juga menyebutkan, bahwa pasar tembakau Madura masih tetap tinggi, karena tembakau Madura adalah tembakau yang menjadi kebutuhan dasar untuk industri rokok. Banyak Negara yang masih membutuhkannya, antara lain Malaysia dan Negara lainnya yang masih satu rumpun dengan bangsa Indonesia. * mas