Siswa SDN Pademawu Barat 2 Akhirnya Wakili Jatim dalam OSN 2016

GN?Masdawi Dahlan Dwi Noval dan berbagai piala yang diraihnya.

GN/Masdawi Dahlan
Dwi Noval dan berbagai piala yang diraihnya.

PAMEKASAN (Global News)-Selama ini siswa Pamekasan yang bisa tembus menjadi duta Jatim ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) hanya siswa tingkat SMP dan SMA. Sedangkan tingkat SD belum pernah.

Namun, dalam OSN SD tingkat propinsi tahun 2016 ini siswa asal Pamekasan ada yang bisa masuk 6 besar Jatim sehingga berhak untuk menjadi duta Jatim dalam ajang OSN tingat nasional yang akan dilaksanakan di Palembang, 15 Mei 2016.

Siswa itu adalah Muh Nauval Dwi Afandi, siswa SDN Pademawu Barat II Kecamatan Pademawu. Dia berhasil menjadi duta Jatim untuk mata pelajaran Matematika. Bukan hanya itu, dalam OSN Jatim tahun ini juga ada siswa SDN Pamekasan yang berhasil tembus 10 besar Jatim untuk bidang studi IPA, atas nama Nurin Nailatun M dari SDN Batubintang II Kecamatan Batumarmar. Namun dia belum bisa menjadi wakil Jatim ke OSN tingkat nasional karena yang bisa mengikuti OSN tingkat nasional hanya mereka yang berhasil masuk dalam 6 besar tingkat propinsi.

Kepala Bidang TK/SD Disdik Pamekasan Pramajaya mengungkapkan masuknya siswa SD Pamekasan menjadi duta Jatim dalam OSN sebagai bukti bahwa bahwa upaya serius yang dilakukanmembina anak didiknya membuahkan hasil.

“Kami tetap berdoa dan berusaha agar Nauval nanti akan bisa menjadi juara tingkat nasional. Tapi paling tidak kini kami  merasa apa yang telah dicapai oleh Nauval menjadi duta Jatim ke OSN tingkat nasional itu sudah sangat bagus, karena selama ini untuk tingkat SD Pamekasan selama 20 tahun lebih belum pernah ada siswa yang masuk ke OSN tingkat nasional,” ungkapnya.

Ini menunjukkan, kata Prama, upaya yang dilakukan disdik khususnya di Bidang TK/SD telah membuahkan hasil. Dia bilang selama ini selalu muncul pertanyaan, mengapa untuk tingkat SMP dan SMA Pamekasan bisa menjadi duta Jatim nasional, tetapi untuk tingkat SD kok tidak pernah? Prama mengaku telah melakukan berbagai analisa  untuk mengetahui langkah yang harus dilakukannya.

Prama menegaskan anak anak SD Pamekasan memiliki potensi yang bagus. Hanya mereka membutuhkan pembinaan yang terencana dan terorganisir. Karena itu dalam upaya menemukan bibit potensial dan terbina dengan matang, maka disdik lalu membuat program pembinaan  yang terencana dengan intensif.

“Pembinaan dan seleksi secara berjenjang dilakukan di tingkat kecamatan, lalu yang terbaik dari kecamatan diadu di tingkat kabupaten. Untuk tingkat kabupaten diambil sejumlah anak dan mereka dibina secara matang selama dua tahun. Dari sejumlah siswa itu lalu diseleksi lagi diambil satu terbaik yang dikirim ke OSN tingkat Propinsi. Ternyata langkah itu tahun ini membuahkan hasil,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, lanjut Pramajaya, pembinaan yang intensif itu juga telah membuahkan pemerataan peningkatan prestasi bagi siswa. Ternyata pembinaan itu berhasil menunjukkan fakta baru anak yang potensial dan berprestasi bukan hanya dari sekolah favorit yang ada di kota, namun juga berasal dari siswa SDN pedesaan yang ada di pedalaman.

Sebelum bertarung di Palembang, lanjut Pramajaya, Nauval direncanakan akan mendapatkan pembinaan terlebih dahulu di disdik propinsi. Sementara itu sejak diketahui, Nauval telah masuk 6 besar menjadi duta ke OSN nasional, Disdik Pamekasan telah mengintensifkan pembinaan bagi dia di lembaga Pusdiklat Sain milik Disdik Pamekasan sendiri. (mas)