Santri PP Amanatul Ummah Langganan Juara

GN/Djoko Pitono Para santri mengikuti kegiatan di aula pondok.

GN/Djoko Pitono
Para santri mengikuti kegiatan di aula pondok.

SURABAYA (Global News)-Santri Pondok Pesantren Unggulan Amanatul Ummah adalah “langganan” dalam meraih kejuaraan, baik tinggal daerah maupun nasional.

Dalam momen istimewa untuk kesekian kalinya, misalnya, dua siswa MA Unggulan Amanatul Ummah berhasil menjadi juara-juara 1 nasional dalam lomba Try Out UNAS, SBMPTN, dan Materi Olimpiade.

Lomba yang diikuti oleh sekitar 1.000 siswa terbaik se-Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Universitas Airlangga Surabaya dan Primagama Indonesia di Surabaya pada 24 Januari 2016. Kedua juara itu adalah M. Syafiq Romzi sebagai Juara 1 Nasional Bidang IPA dan Nuril Alfi R sebagai Juara 1 Nasional Bidang IPS.

Kedua siswa yang memenangkan lomba tersebut berhak memperoleh hadiah keliling luar negeri, beasiswa belajar di perguruan tinggi selama 4 tahun dan sejumlah uang tunai. Namun dengan alasan tertentu, kedua siswa tersebut tidak akan mengambil hadiah keliling luar negeri. “Kami diberitahu bahwa kami akan diajak umroh oleh Bapak Kiai (Pengasuh Pondok Dr KH Asep Saifuddin Chalim –Red).  Alhamdulillah,” kata Nuril Alfi.

Menurut Alfi, dirinya juga tidak akan mengambil hadiah beasiswa 4 tahun untuk belajar di sebuah PTS terkemuka di Jakarta. “Ya, saya memang tidak akan mengambil hadiah itu, karena saya berencana untuk belajar di Maroko setelah lulus dari pondok,” kata Alfi, yang kini duduk di kelas XII Program Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pacet.

Ditanya tentang persiapan dirinya dalam lomba try out tersebut, santri asal Banyuwangi mengatakan tidak ada hal-hal istimewa. Ia juga mengaku sebenarnya dirinya bukan santri yang selalu dapat nilai nomor satu. “Yang sering, saya paling nomor empat atau lima,” kata Alfi.

“Namun, dalam persiapan menjelang try out, saya selalu mematuhi petunjuk dan nasihat Pak Kiai dan Ustadz Cecep (Kepala MBI, Red). Di antara menyangkut jadwal tidur atau istirahat, juga membaca doa-doa tertentu,” tutur anak pasangan Marzi’i dan Rofiqoh ini. “Selain itu, nasihat Ayah dan Ibu saya di Banyuwangi selalu saya ingat. Ibu saya sering mengingatkan agar saya selalu tawaduk.”

Sementara itu, Muhammad Syafiq Romzi, santri yang kini belajar di MA Program Akselerasi, mengatakan dirinya langsung memberitahu orangtuanya di Jember begitu dia menjadi juara 1 nasional dalam lomba tersebut. “Ya, Ibu saya sangat senang. Alhamdulillah, kata beliau,” tutur Syafiq.

Syafiq mengatakan, dirinya memang menyukai bidang studi IPA sejak tingkat tsanawiyah. Sebelum di MA Aksel, Syafiq sebelumnya belajar di MTs Unggulan Amanatul Ummah Program Akselerasi di Pacet.

Syafiq, seperti Alfi, juga tidak mengambil hadiah beasiswa dari lomba tersebut. “Saya ingin melanjutkan kuliah di Teknik Pertambangan ITB. Mudah-mudahan diterima,” kata Syafiq..

Amanatul Ummah memang telah menjadi lembaga pendidikan yang berkembang secara spektakuler dengan berbagai prestasi yang diraih siswa-sisiwinya.

Lembaga pendidikan yang berlokasi di Jl. Siwalankerto Utara No.56 Surabaya dan Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto, ini memiliki berbagai jenjang dan jenis pendidikan. Untuk jenjang SMP/MTs, Amanatul Ummah memiliki MTs Unggulan, MTs Unggulan Program CI (2 tahun), MTs Unggulan Program Excellent, SMP Unggulan, dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren. Sedangkan untuk jenjang SMA/MA, Amanatul Ummah memiliki MA Unggulan, MA Unggulan Program CI (2 tahun, MA Unggulan Program Excellent. SMA Unggulan Berbasis Pesantren dan MA Unggulan Bertaraf Internasional (MBI).

Sistem Dauroh

Pengasuh PP Amanatul Ummah, Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA menuturkan bahwa prestasi Amanatul Ummah adalah realita dan bukan klaim. Lembaga ini telah berhasil membuktikan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang berminat.

“Lembaga Pendidikan Amanatul Ummah menjamin murid-murid atau santrinya lulus 100 persen dengan kualifikasi A dengan penuh kejujuran dan percaya diri. Ini karena pemrosesan dan sistem yang kompetitif berupa dauroh/remidi, tryout berulang-ulang, dan pembahasan tuntas. Amanatul Ummah juga menjamin para lulusannya diterima di perguruan tinggi sesuai pilihannya, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Dr KH Asep Saifuddin.

Kiai Asep juga menunjuk prestasi santri akhir tahun 2015 yang lalu. saat siswa-siswi Amanatul Ummah mengalahkan SMA/MA favorit di Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto dalam Tryou CBT LBB Primagama dan Kemendikbud Sidoarjo pada Ahad 15 November 2015. Untuk hasil ujian jurusan IPA, dari 20 besar, hanya ada tiga siswa dari luar Amanatul Ummah. Sedangkan 17 siswa lainnya berasal dari MA Unggulan Amanatul Ummah. “Sedangkan untuk jurusan IPS, peringkat 1 dan 2 disabet siswa dari MA Unggulan Amanatul Ummah,” kata KH Asep. (dph)