Pertama Kali 23 Chef Adu Hebat di Kompetisi Kuliner Nusantara

GN/Istimewa

GN/Istimewa

SOLO (Global News) Hajatan tahunan “Solo Indonesia Culinary Festival” (SICF) 2016 di Benteng Vastenberg, Solo, pada Jumat (8/4/) siang, untuk pertama kalinya menggelar adu keterampilan dan keahlian memasak yang diikuti sebanyak 23 orang chef. Di ajang SICF ketiga tahun ini, para chef andalan hotel, restoran, Asosiasi Jasa Boga Indonesia, produsen makanan, produsen alat memasak, dan akademisi tersebut, berkompetisi memasak beragam menu dengan bahan dasar ikan.

Ketua Panitia “Chef Indonesia Traditional Cuisine Competition”, Purwanto Yudho Nagoro, mengatakan, para peserta kompetisi berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah, serta beberapa  peserta dari Provinsi  Papua dan Sumatera Selatan. Para chef secara harus menyajikan menu andalan khusus berbahan baku ikan.

“Ini untuk menyukseskan program pemerintah dalam menggalakkan program Gemari atau gerakan makan ikan,” ujarnya.

Purwanto Yudho Nagoro menjelaskan, bahan baku ikan dalam kompetisi ini harus dapat diolah menjadi beragam menu masakan. Panitia mensyaratkan, bahan dasar ikan harus disajikan berdasarkan kearifan lokal kuliner Nusantara di masing-masing daerah asal.

Dia mengungkapkan, makanan lokal sebenarnya dapat dieksplorasi dan diolah menjadi menu dengan citarasa universal yang menggugah selera. “Festival chef ini sekaligus mempromosikan Kota Solo sebagai destinasi kuliner nomor satu di Indonesia,” tandasnya. Kementrian Pariwisata, menurut Purwanto,  berjanji mempromosikan Kota Solo dengan kekayaan ragam kulinernya ke pasar pariwisata internasional. Dia berharap kekayaan kuliner lokal dapat dibranding supaya layak diangkat ke tingkat internasional untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (Tok Suwarto).