Masih Banyak Janji yang Belum Terealisir

PAMEKASANPAMEKASAN (Global News)-Kamis (21/4/2016) hari ini, Bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Wakilnya Khalil Asyari (ASRI), genap tiga tahun menjalankan tugasnya meminpin Pamekasan. Mulai hari ini pula, keduanya akan memasuki tahun keempat dari lima tahun perjalanan kepeminpinannya. Beragam penilaian atas kinerja keduanya, di antaranya dari kalangan pimpinan DPRD Pamekasan sendiri.

Ketua DPRD Pamekasan Achmad Halili mengatakan, sisa dua tahun kepeminpinan ASRI harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membuat program yang lebih baik lagi. Dia mengatakan, banyak hal yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat yang belum tuntas.  Di antaranya, terkait komoditas unggul yakni tembakau dan garam. Dia melihat perhatian pemerintah ada dua hal itu belum siginifikan.

Soal infrastruktur wakil rakyat asal PPP ini melihat, sudah banyak hasil utamanya di bagian selatan, namun juga banyak infrastruktur jalan di bagian utara yang perlu mendapat perhatian, karena banyak yang rusak parah. Selain itu, perhatian pada kebutuhan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk wilayah utara juga perlu diutamakan.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengaku, mengapresiasi positif atas perjalanan tiga tahun kepeminpinan  ASRI. Tentunya apresiasi itu bertujuan untuk memberi cambuk agar keduanya lebih maksimalkan lagi dalam melaksanakan peran, dan tugas kepemimpinannya.

Pimpinan dewan asal PKB ini menilai, hingga memasuki tahun keempat memimpin Pamekasan, masih banyak visi dan misi dari ASRI yang belum tuntas. Karena itu, dia berharap, agar dua tahun sisa kepemimpinan ini dimaksimalkan untuk menuntaskannya. Di antara visi misi yang belum terealisir, kata Imam Hosairi, adalah janji untuk memberikan tunjangan pada guru Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren yang belum terealisir.

Hal lain yang juga menjadi sorotan Imam Hosairi adalah soal  implementasi Gerbang Salam. Dia menilai pelaksanaan Gerbang Salam tidak maksimal. Itu ditandai dengan masih banyaknya maksiat terbuka masyarakat, misalnya adanya prostitusi liar dan makin maraknya peredaran narkoba. Dia menilai soal narkoba itu, Pamekasan sudah pantas siaga 1.

“Karena itu saya berharap agar aparat pemerintah utamanya, dari semua tingkatan hendaknya dilakulan tes urine untuk membuktikan mereka bebas dari jeratan narkoba itu. Karena diketahui ada indikasi banyaknya aparat pemerintahan desa yang menjadi konsumen narkoba tersebut,” katanya.

Sementara H Hermanto Wakil Ketua DPRD asal Partai Demokrat menekankan, perlunya dukungan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab, untuk merealisasikan program visi dan misi yang telah dijanjikan ASRI untuk rakyat.

Dia mengaku merasakan banyak program terobosan yang dijalankan ASRI yang terasa besar manfaatnya oleh masyarakat. Di antaranya adalah program unnggulan yang dibuat Pamekasan itu, antara lain program Bunga Bangsa (Bupati Ngajak Membangun Desa). Sebuah program rutin tiap empat bulanan yang mempertemukan Bupati dan jajarannya secara langsung dengan masyarakat di desa.

Hermanto mengakui, bahwa dalam menjalankan tugas kepemimpinan yang tiga tahun telah berjalan ASRI, pasti menemukan kendala dan rintangan. Namun dia melihat keduanya bisa menghadapi kendala itu dengan bijaksana. Riak riak kecil dihadapinya dengan bijaksana dan akhirnya bisa diselesaikan tanpa melahirkan gejolak.

Terkait kritik masyarakat, Hermanto menegaskan, bahwa kritikan masyarakat sangat bagus dan penting untuk dijadikan masukan pada perbaikan pelaksanaan tugas. Dia melihat masyarakat Pamekasan tetap dalam koridor yang sopan dan penuhi aturan dalam menyampaikan kritik. Sehingga kritik dari masyarakat sangat bermakna terhadap upaya perbaikan kinerja pemerintahan. * mas*