Jagal Ibu Hamil Dulu Kepala Koki di RM Padang di Jalan Mastrip

 

Istimewa Tersangka penjagal ibu hamil Agus alias Kusmayadi.

Istimewa
Tersangka penjagal ibu hamil Agus alias Kusmayadi.

SURABAYA (Global News)-Agus bin Dulgani alias Kusmayadi (31), tersangka penjagal ibu hamil Nur Atikah alias Nuri di rumah indekosan di Cikupa, Tangerang, pernah bekerja di rumah makan (RM) Padang, Selera Bundo di Jalan Mastrip 9-11 Karangpilang, Surabaya.

Saat Agus bekerja di tempat itu masih bernama RM Padang Sederhana Bintaro cabang Surabaya karena pemilik RM berpusat di Jakarta. Karenanya pemilik RM juga secara langsung merekrut karyawannya dari Jakarta pula.

Agus Hidayat (38) General Manager RM Padang Selera Bundo, di Jalan Mastrip Karangpilang Surabaya, mengatakan nama rumah makan tersebut berubah karena pemiliknya sudah berganti. “Berubahnya nama rumah makan Padang itu karena ganti kepemilikan,” ujar Agus pascapenangkapan Kusmayadi yang berstatus kerja di RM Gumarang, Cikupa, Tangerang, Rabu (20/4).

Agus Hidayat didampingi saksi mata karyawatinya Yuni Ardiani (30) awalnya mengaku tidak mengenal tersangka. Demikian pula dengan seluruh karyawan RM, semuanya orang baru, tidak ada yang mengenalinya, kecuali Yono (30), tukang parkirnya.

Menurut Yono, di RM Padang Sederhana Bintaro di Surabaya itu, Agus pernah menjadi kepala koki di RM Padang Sederhana Bintaro, Karangpilang, Surabaya selama beberapa tahun.

Yuni Ardiani, karyawati RM Selera Bundo yang tahu proses penangkapan Kusmayadi, mengaku hanya bisa begidik karena baru tahu jika pemuda berbadan kecil itu buronan kasus mutilasi. “Saya tahu, Kusmayadi dipeluk polisi yang mengaku yang bersangkutan adalah adiknya yang lama tidak pulang. Eh, nggak tahunya dia (Kusmayadi) yang duduk di kursi sendirian sejak, Rabu (20/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIB itu pelaku mutilasi,” ujar Yuni.

Yuni menceritakan ia dan rekan-rekan sengaja tidak menyapa Kusmayadi alias Agus karena RM memang belum buka.

Agus, pada Kamis pagi, langsung masuk ke RM dan duduk di kursi seperti calon pembeli umumnya. Yuni menduga, tersangka memilih kabur ke Surabaya karena ia pikir masih ada teman-temannya yang bekerja di rumah makan tersebut.

Menurut Yuni, Kusmayadi menerobos masuk ke RM sendirian, lalu duduk di kursi tamu bagian pojok di bawah lukisan bergambar jam gadang. Kami tidak menawari makan apa karena RM belum buka. “Orang masuk lalu duduk menunggu, hal itu kami anggap sudah biasa. Tamu langsung masuk, duduk-duduk meskipun RM belum buka,” ujar Yuni.

Ia baru mengetahui Kusmayadi pelaku mutilasi setelah diberitahu petugas yang menangkapnya. Ia membenarkan, saat ditangkap dengan cara dirangkul, tersangka pelaku tidak melawan. Dia saat digiring juga tanpa diborgol sebagaimana biasanya. Kusmayadi sempat mengaku tinggal berpindah-pindah dari rumah temannya lama yang tinggal di Surabaya.

Yang membuat heran, tersangka sepertinya bukan tampang pembunuh, apalagi mutilasi. Namun karena pernah menjadi kepala koki, kemungkinan biasa memotong daging ketika masih bekerja di RM tempatnya bekerja dulu.

Kusmayadi yang semula ditangkap di restoran tempatnya bekerja, Rabu lalu, sudah diterbangkan ke Jakarta, Kamis pukul 13.00 WIB dari Bandara Juanda, Surabaya.

Sekadar diketahui, tersangka penjagal itu sudah beristerikan Tuti Agustina yang tinggal di Bogor, Jabar. Sedangkan Nur Atikah alias korban Nuri ditemukan di rumah kontrakannya di Kampung Telagasari RT-12/RW-01 Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa, Tangerang dalam kondisi tubuh yang terpotong-potong beberapa bagian. Korban yang sedang hamil tujuh bulan itu diketahui sebagai selingkuhan tersangka Kusmayadi. (bst/zis)