Heboh Atun Hamil

ilustrasi

ilustrasi

RINI S. Bini bergegas mendekati Sawawi. “Wi…, dhek ennah (ke sini, Red.),” kata Rini dengan mimik serius.
“Adohhh…, apa Rin. Suaramu itu lo…membengkakkan kupingku. Ini aku lagi khusus membaca,” kata Sawawi setengah tak mendengarkan panggilan sohibnya.
Lalu Rini S. Bini bercerita, “ Gini loh Wi…Tetanggaku itu loh. Maghrib-maghrib ngobong minyan. Kalau seperti biasa ngobongnya gak papa, tetapi ini kayak orang kebakaran. Tetangga terganggu. Termasuk keluargaku terganggu. Belluke masuk ke kamar-kamar,” kata Rini.
“Lho kok bisa,” sahut Sawawi.
Lalu Rini. S. Bini bercerita. Tetanggaku, Atun. Areke kerjaannya selalu nyeleneh. Pokoknya selalu bermistik ria. Percaya yang klenik-klenik. Membakar kemenyan yang dilakukan Atun itu kata sejumlah tetangganya untuk mengusir roh halus yang selalu mengganggu keluarga Atun.
Memang, beberapa bulan lalu, Atun yang sudah 8 tahun menikah dan tak hamil-hamil itu, tiba-tiba menyatakan kehamilannya. Malah Minggu lalu keluarga Atun menggelar acara Tingkepan, 7 bulan kehamilannya. Tetangga ada yang mengucapkan syukur, Atun bisa mengandung. Ada juga yang tidak percaya kalau Atun hamil. Termasuk Rini S. Bini.
“Perutnya gak bunder kayak wanita hamil seperti biasanya. Yang lebih aneh lagi, kok tiba-tiba menyatakan kehamilannya,” kata Rini bercerita serius kepada Sawawi.
“Cantik ta Atun itu,” kata Sawawi. Rini langsung menjawab, tidak cantik saja, tetapi bahenol. Tipemu.
“Yo wesss, kamu cerita terus,” kata Sawawi.
Rini semakin gethun, setelah kemarin, perut Atun tiba-tiba kempes. Lahirkah dia? Ternyata tidak. Kepada tetangga Atun bercerita, kalau bayi yang dikandungnya oleh roh halus “dipindah” ke kandungan sapi di Madura.Adohhh…!?
Ributlah tetangga di kampung tengah kota Surabaya itu.  Mereka pada ketawa melihat keanehan Atun. Ada juga yang mengatakan stres. Ada juga yang mengatakan karena kepinginnya punya anak, Atun berpura-pura hamil.
“Ya itu tadi Wi…, aku kan tidak percaya kalau dia hamil, tapi apa untungnya ya pura-pura hamil. Cem… macem…Atun,” kata Rini.

“Gampang Rin, kalau mau hamil, Atun itu suruh kawin sama aku saja. Pasti tokcer,” kata Sawawi terkekeh.
“Ya…Atun iku jentit dan bahenol. Itu kan seleramu. Wi….Wiiii…, Dasar…!,” kata Rini. S. Bini meninggalkan Sawawi yang nggethu membaca komiknya. * fan

Tag: