Empat Ruko Kompleks Pasar Atom Ludes Terbakar

GN/ISTIMEWA Suasana kebakaran yang melanda rumah toko yang berada di tahap IV kompleks Pasar Atom.

GN/ISTIMEWA
Suasana kebakaran yang melanda rumah toko yang berada di tahap IV kompleks Pasar Atom.

SURABAYA (Global News)-Si jago merah melalap habis empat rumah toko (ruko) yang berada dalam tahap IV kompleks Pasar Atom di Jalan Siaga Surabaya. Kebakaran diduga akibat hubungan pendek lGN/ISTIMEWA

istrik.

Meski sempat berhasil dipadamkan tadi malam, Selasa (12/4/2016), asap kembali muncul dari tumpukan kain di Ruko Komplek Pasar Atom yang terbakar.

Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya Bambang Vistadi mengatakan, asap yang kembali muncul dari tumpukan kain cukup tebal ini tidak membahayakan. “Tadi memang sempat muncul asap lagi tapi karena masih ada petugas yang standby di lokasi jadi langsung dilakukan pembasahan,” kata Bambang.

Kata Bambang, pada Senin (11/4/2016) malam, petugas kesulitan melakukan pemadaman karena 12 ruko berada pada satu atap. Sehingga petugas harus memecah atap agar api tidak makin merambat ke ruko lainnya.

Proses pemadaman api pokok berlangsung selama 1,5 jam. Namun untuk proses pembasahan berlangsung cukup lama karena petugas harus mengurai tumpukan kain-kain untuk memastikan tidak ada titik api. “Ruko yang terbakar sudah dipolice line tapi ruko yang menjadi penyebab kebakaran belum dipolice line karena petugas masih belum selesai melakukan pembasahan,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Ruko Komplek Pasar Atom, Jl. Siaga Surabaya, Senin (11/4/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah empat jam, api yang membakar ruko UD Apollo dan empat ruko lainnya di Komplek Pasar Atom, Jalan Siaga Surabaya, berhasil dipadamkan. (

Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk jenis “skylift” setinggi 50 meter dikerahkan memadamkan api yang melahap bagian blok G kompleks ruko tersebut.

Terkait penyebab, kuat dugaan akibat hubungan pendek arus listrik karena saat kejadian tidak ada aktivitas pekerja di dalam seluruh ruko. Pihak kepolisian maupun Dinas Pemadam Kebakaran masih melakukan identifikasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oeratmangun mengakui petugas sempat kesulitan memadamkan “si jago merah” karena atap bangunan antarruko tersambung.

“Petugas susah mencari celah dan tidak bisa masuk dari pintu ruko sehingga harus merusak pintu maupun jendela, khususnya di lantai dua dan tiga,” katanya.

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan petugas juga masih bersiaga untuk memastikan bahwa api benar-benar padam serta tidak ada bara api yang dikhawatirkan bisa kembali memercikkan api. (ant/ssn/zis)