Bupati MKP Terus Berjuang Ciptakan Kesejahteraan Warga

GN/BAMBANG SUJARWANTO SAPA WARGA: Bupati Mojokerto MKP menyapa warga Kabupaten Mojokerto. Setiap turun ke bawah (Turba), MKP selalu dikerubuti warganya, bak selebriti.

GN/BAMBANG SUJARWANTO
SAPA WARGA: Bupati Mojokerto MKP menyapa warga Kabupaten Mojokerto. 

MOJOKERTO (Global News)–Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) SE, semakin serius mengupayakan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Hal itu dibuktikan, dengan meningkatkan infrastruktur, dan program kesejahteraan masyarakat, baik kesehatan, sosial, pendidikan, budaya dan keagamaan.

Seperti terwujudkannya, infrastruktur berbagai jalan lingkungan, poros desa, poros kecamatan dan jalan kabupaten kini sudah mulus. Peningkatan infrastruktur dari tidak mulus menjadi mulus itu, dikerjakan Bupati MKP selama 5 tahun ketika dia menjadi Bupati Mojokerto periode pertama tahun 2010 -2015.

Untuk jabatan bupati di periode kedua ini, Bupati MKP berjanji akan menuntaskan peningkatan infrastruktur yang belum selesai dikerjakan di periode pertama. “Masyarakat tidak perlu khawatir jika jalan desanya yang rusak belum tersentuh perbaikan, dalam waktu dekat dipastikan akan mendapatkan perbaikan, seperti desa-desa lainnya yang infrastrukturnya sudah tersentuh perbaikan,” katanya.

Menurut Bupati MKP, jika semua infrastruktur bagus, maka perbaikan program pembangunan lainnya juga akan ditingkatkan. “Semua program pro masyarakat akan kami tingkatkan. Kami ingin kehidupan masyarakat di Kabupaten Mojokerto, sejahtera,” tandasnya.

Untuk mencapai kesejahteraan itu, tambah Bupati MKP, banyak cara yang harus dilalui. Di antaranya, menjadikan semua infrastruktur dari desa sampai kota harus baik.

Dengan jalan yang mulus, roda ekonomi masyarakat dipastikan meningkat. Yang petani bisa menjual hasil pertanian dengan mahal, tidak kehilangan banyak ongkos angkut.

Untuk mewujudkannya, Bupati MKP telah mengalokasikan dana peningkatan infrastruktur ratusar miliar rupiah. Hasilnya, kondisi jalan yang menjadi wewenang Pemkab Mojokerto 90 persen mulus, dan lebar.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan sarana kesehatan. Dalam periode pertama, Bupati MKP, telah menggelontorkan puluhan miliar disektor kesehatan. Tahun 2016 ini, Bupati MKP kembali menggerojok dana Rp 53 miliar untuk perbaikan 27 Puskesmas tersebar di 18 kecamatan di Kab. Mojokerto.

Menurutnya, dengan menjadikan puskesmas yang representatif itu, diharapkan bisa memberikan kenyamanan pelayanan kesehatan cepat dan adil kepada semua lapisan masyarakat. Sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dari para tenaga medis dan para medis.

Jika warga sakit mereka bisa mendapatkan pertolongan pertama di poliklinik desa, dan Puskesmas atau ke RSUD milik Pemkab Mojokerto. Selain itu, Pemkab Mojokerto juga telah memberikan kesehatan gratis ke warga melalui BPJS.

Untuk menyejahterakan warga, Bupati MKP juga memberikan raskin, wajib belajar, membuka kawasan industri baru untuk memperbanyak pengusaha membuka usaha di Kab. Mojokerto. Hasilnya, sudah banyak perusahaan baru beroperasi di Kab. Mojokerto. Dampak positifnya, kini ribuan warga yang semula menganggur sekarang memiliki pekerjaan dan itu bisa meningkatkan ekonomi warga.

“Kita akan permudah para investor untuk mendapatkan izin. Bahkan untuk industri dengan modal kurang dari Rp 1 miliar, izinnya digratiskan. Sudah ada ribuan warga telah mendapatkan izin mendirikan usaha,” ujarnya.

Dibidang seni dan budaya, sosial serta agama, Bupati MKP membuka kebebasan kepada warga untuk memajukan bidang mereka masing-masing.

Suparman warga Desa Mlirip, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto sangat mendukung program Bupati MKP yang fokus menjadikan semua jalan di Kabupaten Mojokerto dari kota ke desa menjadi lebar dan mulus. “Sekarang saya sulit menemukan jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Kondisi ini sangat berbalik 180 derajat dengan kondisi Kab. Mojokerto sebelum dipegang Bupati MKP. Dulu saya kalau ke Lamongan atau Gresik dari rumah melalui kawasan Dawarblandong memakan waktu antara 2,5 jam sampai 3 jam. Dengan kondisi jalan yang bagus, kami cukup membutuhkan waktu lumayan banyak,” katanya.

Suwito warga Batangkrajan, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto yang pekerja mebel di Mantup Lamongan mengatakan, sebelum jalan di Kemlagi–awarblandong mulus, bapak empat anak ini pulang ke Mojokerto 3 hari sekali. Setelah jalannya mulus, lelaki kekar ini, setiap hari pulang ke Mojokerto. “Saya berangkat kerja dari rumah habis salat subuh, dan pulang kerja sampai rumah Maghrib,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Mojokerto Ismail Pribadi mengatakan, program eksekutif ini memuluskan dan melebarkan semua ruas jalan menjadi wewenang Pemkab Mojoketo. “Harus terus dijaga dan berkelanjutan. DPRD akan mendukung program itu karena, program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak. * bas,adv