Siswa SD Paling Antusias Ikuti Java Robot Contest ke-7

GN/MICHAEL WIDHARTA KEDIRGANTARAAN: Para peserta robot track‎ dalam Java Robot Contest ke-7, di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Sabtu (19/3/2016).

GN/MICHAEL WIDHARTA
KEDIRGANTARAAN: Para peserta robot track‎ dalam Java Robot Contest ke-7, di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Sabtu (19/3/2016).

SURABAYA (Global News)-Java Robot Contest (JRC) ke-7 diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Elektronika di gedung D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Sabtu (19/3/2016) dan Minggu (20/3/2016). Pesertanya pun tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga mulai dari siswa SD, SMP dan SMA.

Salah satu konseptor JRC ke-7, Moh Dzikri Satrio mengungkapkan, besarnya antusiasme siswa mengikuti kompetisi. “Paling banyak siswa SD, ada 88 peserta, kemudian SMP ada 40-an, yang SMA 29 peserta. Paling banyak mereka dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” ujar Dzikri pada Global News, Sabtu (19/3/2016).

Menurut Dzikri, rata-rata peserta dari wilayah Jawa Timur. “Kalau mahasiswa, ada yang dari Bandung ITB, UMY Yogya, PENS sendiri, dan Unesa,” ungkap mahasiswa jurusan Elektronik semester 4 ini.

Sekadar diketahui, kompetisi itu sendiri memang kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan sejumlah patner.

Peserta dibagi berdasarkan jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA dan mahasiswa dengan masing-masing tema. Seperti mahasiswa temanya tentang sistem satelit, SMA bertema space shuttle, sedangkan SMA temanya rocket booster dan bagi peserta siswa SD bertemakan Milkway Galaxy (Galaxi Bimasakti).

Menurut Dzikri, tema aerospace atau kedirgantaraan sengaja diangkat dengan tujuan untuk membangkitkan dunia kedirgantaraan di kalangan generasi muda. “Ini juga terinspirasi Maret tahun lalu LAPAN menerbangkan satelit pertama Lapan A2 dari peluncuran di India,” ujar Dzikri.

Karena bertema kedirgantaraan, baik track perlombaan, hingga objek yang harus dipindahkan oleh robot peserta, mengadopsi hal-hal yang berkaitan dengan kedirgantaraan.

Sementara itu, Yupit Sudianto, Pembina Tim Robot Universitas Internasional Semen Indonesia, mengakui awalnya tidak berencana ikut kompetisi. “Ini yang tampil kebetulan anak UKM robotika. Kebetulan ada salah satu mahasiswa yang pernah ikut kompetisi seperti ini, akhirnya kami ikut,” ujar Yupit.

Sebelumnya Direktur PENS Zainal Arief mengatakan, JRC rutin diadakan setiap tahun.”Ini merupakan ajang kreativitas mahasiswa (PENS). Mereka harus mencari dan mengembangkan persoalan yang harus diberikan kepada peserta,” ujar Zaenal.

Terkait tema, Zaenal mengatakan tema dirgantara ini diangkat, karena saat ini dunia kedirgantaraan di Indonesia sedang berkembang. “Ini juga menjadi semacam dukungan, agar dunia kedirgantaraan kita berkembang lebih baik lagi,” ungkap Arief.(faz/gn-1)