Semen Indonesia Rombak Penyaluran Dana CSR di Tuban

GN/FATHURROCHMAN AL AZIZ Dirut PT Semen Indonesia Suparni (kiri) menyerahkan foto kegiatan CSR di Kabupaten Tuban pada Bupati Fathul Huda.

GN/FATHURROCHMAN AL AZIZ
Dirut PT Semen Indonesia Suparni (kiri) menyerahkan foto kegiatan CSR di Kabupaten Tuban pada Bupati Fathul Huda.

TUBAN (Global News)-Sejak 2012, Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) kepada 26 desa yang berada di tiga kecamatan di Tuban yang masuk ring satu pabrik. Namun mulai 2016 ini, penyaluran akan diubah total. Bedanya kalau dulu, perusahaan yang menentukan, namun kali ini justru masyarakat penerima lah yang menentukan kebutuhan mereka.

Direktur Utama (Dirut) PT Semen Indonesia Tbk Suparni mengungkapkan, dalam perjalanan, pembinaan sudah bisa memandirikan banyak pengusaha. “Banyak mitra usaha yang bekerjasama dengan Semen Indonesia sejak lahir, sekarang ini menjadi pengusaha yang boleh dibilang kecil hingga menengah,” ungkap Suparni dalam sambutannya di sela penandatanganan Piagam Implementasi Nota Kesepahaman CSR tentang Pemberdayaan Masyarakat di Rest Area Tuban, Kamis (10/3/2016).

Selama ini yang terjadi bersifat top down, jadi perusahaan bekerjasama dengan pemerintah setempat. Namun cara ini ternyata belum mengatasi persoalan kemiskinan warga yang tinggal di daerah ring satu. “Setiap ketemu dengan bupati, kami selalu diingatkan bahwa persoalan kemiskinan daerah sekitar pabrik itu belum selesai,” kata pria akrab disapa Parni menambahkan bantuan dana CSR terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik.

Nah, supaya lebih produktif dan efektif, akhirnya diputuskan untuk melibatkan secara aktif para stakeholder terkait. “Kami sengaja mengubah sistem penyaluran CSR mulai tahun ini. Sebab, selama ini, bentuk CSR ditentukan pihak Semen Indonesia bersama pemerintah daerah saja, tanpa melibatkan masyarakatnya langsung,” ungkap Parni. Guna mendukung perubahan pola penyaluran dan pemanfaatan dana CSR 2016 yang nilainya mencapai Rp 6,5 miliar, dibentuklah Forum Masyarakat Kokoh (FMK).

Kepala Departemen CSR PT Semen Indonesia Tbk, Wahyudi Heru mengungkapkan, FMK berisikan para pemangku kepentingan desa, meliputi pemerintah dan masyarakat. “Jadi dalam rapat musyawarah desa, FMK sudah memetakan apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan mana porsi yang bisa diambil PT Semen Indonesia. Jadi kami jamin tak akan tumpang tindih dengan program Pemkab Tuban,” ujarnya.

FMK ini diharapkan dapat benar-benar menampung partisipasi masyarakat yang sejalan dengan pembangunan desa. “Kita ingin pemerintah, masyarakat, dan perusahaan sama-sama membangun desa. FMK ini menjadi jawaban untuk menjaring kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan dengan cara menggali dan meningkatkan potensi warga. Hingga nantinya akan menjadi desa yang lebih mandiri dan maju,” tegas Suparni.

Sekadar diketahui, Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni dan Bupati Tuban Fathul Huda menandatangani Piagam Implementasi Nota Kesepahaman CSR tentang Pemberdayaan Masyarakat di bekas terminal lama Tuban yang kini disulap menjadi rest area, Kamis (10/3/2016).
Piagam ini sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman CSR yang telah berjalan sejak 2012. Penandatanganan ini disaksikan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno dan Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono.

Dana digelontorkan untuk 26 desa di 3 kecamatan: Kerek, Merakurak, dan Jenu yang ada di sekitar pabrik Semen Indonesia Tuban. Dan Rp 250 juta dari dana itu akan digunakan sebagai dana bergulir UMKM di desa mereka.
Penyaluran Rp 6,5 miliar tahun ini lebih banyak dialokasikan FMK untuk pengadaan maupun perbaikan infrastruktur. Di antaranya untuk perbaikan jalan desa hingga pembangunan mushala.

“Untuk tahun ini memang 90 persen untuk infrastruktur. Tapi tahun depan akan kami upayakan 50 persen untuk menggiatkan ekonomi kreatif dan UMKM. Sehingga infrastruktur yang sudah baik bisa menunjang perekonomian warga desa di wilayah ring 1,” kata Wahyudi Heru.
Dalam kesempatan ini, Semen Indonesia juga menyerahkan bantuan 1000 paket sembako dalam rangka mendukung kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tuban, dan bantuan perlengkapan pengemasan kepada 40 UKM binaan Semen Indonesia di Tuban. Asal tahu saja, selain untuk infrastruktur, Semen Indonesia memiliki UKM mitra yang jumlahnya seluruh Indonesia mencapai 16.764 unit, dan 6.500 unit di antaranya berasal dari Tuban. Dalam kesempatan tersebut, 10 UKM binaan Semen Indonesia dan 5 UKM binaan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban ikut menyemarakkan kegiatan penandatanganan. Beberapa UKM binaan memamerkan produknyaseperti UKM batik gedog, aneka keripik, kopi, kerupuk, dan kaligrafi.(faz)