Sabtu Malam Sebagian Kota Solo Gelap Gulita Selama 1 Jam

GN/ILUSTRASI Peringatan Earth Hour di salah satu lokasi di Kota Solo, beberapa waktu lalu.

GN/ILUSTRASI
Peringatan Earth Hour di salah satu lokasi di Kota Solo, beberapa waktu lalu.

SOLO (Global News)-Selama satu jam antara pukul 20.30 sampai 21.30, Sabtu (19/3/2016) malam, sebagian Kota Solo akan gelap gulita karena seluruh lampu penerangan jalan umum di lima ruas jalan protokol Kota Solo akan dipadamkan. Pemadaman lampu yang dibarengi selebrasi “switch off” dari beberapa komunitas dan siswa-siswa sekolah tersebut, merupakan kampanye penghematan energi dalam peringan Earth Hour kelima tahun 2016.

Kabid Kepatuhan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Badan Lingkungan Hidup (BLH), Vitriawan mengatakan, pemadaman penerangan jalan umum (PJU) itu merupakan dukungan Pemkot Solo terhadap kampanye hemat energi Earth Hour.

“Kami memang tidak memadamkan secara total, melainkan hanya di lima ruas jalan, yakni Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman, sebagian wilayah Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ronggowarsito serta Jalan Mayor Kusmanto. Masyarakat kami imbau juga mendukung dengan melakukan switch off,” katanya kepada wartawan, di Balai Kota, Jumat (18/3/2016) kemarin.

Krisna Adiguna, koordinator EH 2016, menerangkan, sampai pelaksanaan EH yang kelima 2016, upaya menyeimbangkan peningkatan kebutuhan energi listrik dengan penghematan penggunaan energi yang dikampanyekan setiap tahun masih sulit.

Sebab, pertumbuhan pembangunan properti dan bangunan bertingkat yang memerlukan banyak energi listrik di perkotaan, jauh lebih tinggi dibandingkan kesadaran individu dan komunitas dalam menghemat pemakaian listrik.

“Pembangunan gedung-gerung bertingkat, meski sudah banyak yang menggunakan standar penghematan energi tidak bisa dipungkiri tetap boros energi. Tetapi kita tidak boleh kendor dalam mengkampanyekan penghematan energi kepada individu, komunitas dan pebisnis agar berperilaku hemat energi,” ujarnya.

Sadrah, aktivis dan panitia “Earth Hour” menambahkan, penghematan energi tidak bisa dipaksakan. Kegiatan “Earth Hour” setiap tahun dilaksanakan bulan Maret, bertujuan membngun kesadaran masyarakat dengan ajakan menghemat energi.

“Menyeimbangkan penghematan dan kebutuhan energi memang sulit. Tetapi kampanye gaa hidup hemat energi tidak boleh berhenti,” tandasnya. (tok)