PTPN XI Bukukan Laba Terbesar di Antara BUMN Pergulaan

PTPN XI

GN/Istimewa Dirut PTPN XI bersama jajaran Direksi dan Komisaris PTPN XI dan ketua umum Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil

SURABAYA (Global News)-PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI pada tahun 2015 mencatatkan laba sebesar Rp248 miliar dengan produksi gula sebesar 405.000 ton per tahun, yang merupakan catatan laba terbesar di antara sejumlah perusahaan yang sama.

“Tahun 2015, PTPN XI mencatatkan laba Rp248 miliar, dan ini menjadi yang terbesar dari seluruh perusahaan BUMN pergulaan di Indonesia,” ucap Direktur Utama PTPN XI Dolly P Pulungan saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 PTPN XI di Surabaya, Kamis (24/3/2016).

Dolly mengatakan perolehan ini merupakan prestasi bagi PTPN XI, sebab pada tahun 2014, perusahaan ini sempat menderita kerugian hampir Rp 200 miliar. “Ini adalah prestasi dan hasil jerih payah bersama petani. PTPN XI berupaya mengubah paradigma pekerja dari yang slow menjadi cepat. Kalau dulu bersifat birokrat, sekarang tidak. Melalui berbagai perbaikan di seluruh sektor dan dukungan dari petani, PTPN XI berhasil bangkit dan keluar dari kesulitan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia PTPN XI M Cholidi mengatakan proyeksi produksi gula diperkirakan mencapai 450.000 ton dengan rendemen 8,5 persen pada tahun 2016, dan laba diharapkan bisa bertahan dan stabil hingga akhir 2016, sebab disadari tahun ini kondisi musim maupun tanaman tebu tidak begitu bagus.

“Tahun ini, tanaman terlahir dalam kondisi stres, dan dalam kondisi tidak baik, akibat kekeringan berkepanjangan pada 2015. Oleh karena itu kita harapkan tahun ini produksi tidak turun, atau bisa mencapai 80 ton per hektare, karena itu sudah cukup,” ucapnya.

Untuk mempertahankan kondisi, Cholidi mengaku telah melakukan kerja sama melalui konversi lahan dan perbaikan tanaman dengan PTPN XII.

“Ada dua hal yang mendasar dalam perbaikan tanaman bersama petani. Pertama, tentang bagaimana mengelola tanaman tebu dengan baik dan melakukan mekanisame tebang angkut dengan baik, dan itu merupakan cara standar yang harus digerakkan dan terkoordinasi dengan baik, sebab potensi yang kita miliki sebenarnya lebih baik dari lahan petani Thailand,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil memuji dan menyebut pencapaian itu sangat bagus dan luar biasa. Menurut Arum Sabil, hal tersebut karena pada 2008 PTPN XI sudah melakukan produksi sangat besar, tapi karena pergantian direksi akhirnya mengalami masa sulit dan puncak kejatuhannya terjadi pada tahun 2013-2014 dengan kerugian besar.

“Sampai mengganti karyawan saja sulit saat itu. Setelah itu ada pergantian rezim masuk pada awal 2015. Selain ada sinergi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk petani dan alam, sehingga berhasil mencatatkan laba cukup besar dan bisa mengembalikan kerugian,” ucapnya.

Namun demikian, Arum mengaku pada 2016 ada tantangan baru yakni PTPN XI harus beradaptasi dengan mesin, sehingga perlu ada proses adaptasi dan revitalisasi, sebab sangat tidak mudah. “Namun, saya optimistis PTPN XI akan kembali menjadi nomor satu di Indonesia, tidak hanya dari segi produktivitas dan laba, tetapi juga telah bisa memenuhi selera pasar,” katanya. (ant)