‘Pramuka Kegiatan Ekstra Paling Sakral’

GN/FAKHRUR ROZIQ Peserta lomba Pramuka Penggalang se Kota Surabaya yang diselenggarakan di halaman kantor Yayasan Wahid Hasyim, Minggu (6/3/2016).

GN/FAKHRUR ROZIQ
Peserta lomba Pramuka Penggalang se Kota Surabaya yang diselenggarakan di halaman kantor Yayasan Wahid Hasyim, Minggu (6/3/2016).

Dalam rangka memperingati rangkaian hari jadi ke-49, Yayasan Wahid Hasyim menyelenggarakan lomba Pramuka Penggalang se-Kota Surabaya. Kegiatan yang diagendakan rutin tiap tahun tersebut diselenggarakan di halaman kantor Yayasan Wahid Hasyim, Minggu (6/3/2016).

Setidaknya ada 138 regu dari 78 sekolah di Surabaya yang tergabung dalam pesta lomba pramuka penggalang tersebut. Antusiasme peserta cukup tinggi. Ada yang mukanya dicoreti warna merah-putih layaknya Tentara Negara Indonesia (TNI) dan ada juga yang menyusuri halaman sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pramuka merupakan kegiatan ekstra sekolah yang cukup diminati oleh pelajar. Selain bisa memperkaya wawasan, pramuka juga sebagai pembentuk karakter yang baik para pelajar, termasuk bisa disiplin.

“Pramuka merupakan kegiatan ekstra yang paling sakral. Mengapa ? tidak ada kegiatan ekstra atau non formal yang seragamnya bisa dipakai untuk formal alias dipakai sekolah,” kata Wakil Direktur Kesiswaan Yayasan Wahid Hasyim drs. Sutriman, saat memberikan sambutan pada peserta lomba Pramuka Penggalang , Minggu (6/3/2016).

Kegiatan Pramuka menurut ia, dinilai mampu membentuk kepribadian yang luhur sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka. Tidak hanya itu, pramuka menjadi salah satu wahana penggalang kesatuan demi terciptanya kedamaian.

“Yang paling menarik di Dasa Darma Pramuka tersebut adalah dasa darma yang ke-5 yaitu, rela menolong dan tabah. Artinya, dengan ikut Pramuka para anak didik nantinya akan menjadi generasi penolong yang hebat. Hebat dalam artian lain, bisa tabah dalam kondisi apapun,” tutur Sutriman.

Sutriman berharap, agar perhelatan pentas lomba pramuka penggalang tersebut tidak hanya seremonial saja atau mengejar angka demi meraih juara. Tetapi yang terpenting adalah bagaiaman mengimplementasikan ajaran pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi abdi negara yang  berkualitas. “Saya berharap nantinya anak-anak bersaing dengan sehat,” katanya.

Perlu Dicontoh

Terpisah, Ainul Yaqin sebagai koordinator kegiatan, mengungkapkan, peranan Pramuka sangat berpeluang memberikan kontribusi yang baik dalam meningkatkan kualitas berpikir peserta didik. Khususnya kaum muda yang nantinya diharapkan menjadi pemimpin negara yang ideal.  “Dengan mengikuti pramuka bisa menambah pengetahuan yang baik, beriman, dan bisa mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari hari,” katanya.

Kegiatan tersebut, lanjut Ainul, mendapat respon positif dari peserta. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah regu yang tergabung dalam perhelatan lomba tersebut. “Terdapat 138 regu dari 78 sekolah. Dan per regunya kisaran 8 orang. Dengan rincian untuk tingakat SD/MI dari putra berjumlah 29 regu sedangkan perempuan 32 regu. Sementara MTS/SMP untuk putra 32 regu sedangkan putri 39 regu,” ujar Ainul.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan Pramuka tersebut difokuskan pada pendidikan karakter. Pramuka mengajarkan disiplin, tanggung jawab sosial, percaya diri dan bisa memperbaiki perilaku masyarakat.  “Pramuka kini menjadi ajang berkumpul untuk berinovasi, membangun komunikasi, dan melatih kreativitas” katanya.

Ia berharap gerakan Pramuka bisa berlanjut dengan meninggalkan pola pikir lama yang kurang bermanfaat, maupun kegiatan yang kurang menarik karena bisa menghambat gerakan Pramuka. “Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang cerdas, terampil, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia. Pramuka adalah kader pembaruan bangsa,” tutur Ainul.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Lomba Pramuka Penggalang Pamuji, menuturkan, peserta akan diberikan materi yang bermanfaat bagi kelangsungan agamanya dan akan ditempatkan diruang khusus. “Nantinya akan ada piala bergilir. Saya harap jangan bisa bersaing dengan sehat,” kata Pamuji. roz