Polres Sidoarjo Tangkap Pengedar Upal

GN/Istimewa Petugas menunjukkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

GN/Istimewa
Petugas menunjukkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

SIDOARJO (Global News)-Satreskrim Polres Sidoarjo menangkap sindikat pengedar uang palsu (upal) yang akan diedarkan di Sidoarjo. Tersangka pelaku berasal dari wilayah Indonesia timur

Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Wahyudin Latief mengatakan, uang palsu yang berhasil disita tersebut berasal dari wilayah timur yakni dari Lombok dan juga dari Bali.

“Dua orang yang berhasil ditangkap berinisial GMK asal Bali dan J asal Lombok Timur yang diringkus petugas saat tengah mengedarkan uang palsu tersebut kepada salah satu konsumen yang tak lain adalah polisi yang menyamar,” kata Wahyudin.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan ada peredaran upal dari Bali yang kemudian petugas mengidentifikasi asal muasal uang palsu tersebut.

“Saat itu, petugas mencoba untuk memesan uang palsu dengan jumlah yang besar. Yakni sekitar Rp 10 juta. Namun, pada saat bersamaan petugas akhirnya menangkap pelaku di tempat penginapannya, yakni di Bungurasih kecamatan Waru. Jadi tersangka GMK ini langsung dibawa berikut dengan barang buktinya, yakni sekitar Rp 30 juta,” katanya.

Setelah diperiksa, kata dia, ternyata upal yang diedarkan GMK ini didapat dari temannya yang berinisial J dan dari tangan pelaku J, barang bukti yang berhasil diamankan sekitar Rp 87,4 juta.

“Keduanya kami tangkap karena sudah mengedarkan uang palsu. Kami masih akan menyelidiki kembali di balik keduanya,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Undang-undang No.07 Tahun 2011 tentang mata uang. Pasal 36 ayat 1 dan ayat 2, dengan ancaman pidana paling lama 10 Tahun Penjara dan denda paling banyak 10 miliar rupiah.

“Kami berharap warga masyarakat segera melaporkan kepada kami kalau melihat ada tindakan mencurigakan di tempat tinggal masing-masing kepada petugas kepolisian terdekat,” katanya. (ant/zis)