Pembebasan Lahan Tol Sumo Diharapkan Rampung 3 Bulan Mendatang

GN/Sekretaris Kabinet OPTIMISTIS: Pekerja melakukan pengerjaan proyek Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IV di Jetis, Mojokerto.

GN/Sekretaris Kabinet
OPTIMISTIS: Pekerja melakukan pengerjaan proyek Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IV di Jetis, Mojokerto.

SURABAYA (Global News)-Dari total 280,26 hektare (ha) lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan tol Surabaya–Mojokerto (Sumo), hingga saat ini 87 persen di antaranya telah berhasil dibebaskan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga menargetkan pembebasan itu akan rampung dalam 3 (tiga) bulan ke depan.

“Tinggal 13 persen, bisa diselesaikan dalam tiga bulan. Kita akan pinjam uang Jasa Marga untuk pembebasan lahannya. Nominalnya sekitar Rp 300 miliar,” kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedianto W. Husaini usai mengikuti peresmian tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV (Krian-Mojokerto) yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (18/3/2016).

Menurut Hedianto, tol Sumo yang memiliki panjang 36,27 km tersebut, pembebasan tanahnya memerlukan dana senilai Rp 556 miliar. Ia meyakini, bila pembebasan lahan bisa diselesaikan dalam tiga bulan ini, maka tol Sumo akan dapat beroperasi penuh pada tahun depan.

“Pembebasan tanah tol Sumo dilakukan terhadap tiga Kabupaten yaitu Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto serta satu kota yaitu Surabaya,” jelas Hedianto.

Selain seksi IV, ruas Krian-Mojokerto sepanjang 18,47 km yang telah diresmikan dan beroperasi, lanjut Dirjen Bina Marga, merupakan bagian dari tol Sumo lainnya yang telah beroperasi yaitu seksi IA, Waru–Sepanjang (2,3 km) sejak Agustus 2011.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga, hingga saat ini Seksi II, WRR-Driyorejo (5,1 km) dan Seksi III, Driyorejo-Krian (6,1 km), progres pembebasan tanahnya masing-masing sudah mencapai 67,75 persen dan 76,72 persen. Sementara untuk seksi IB, Sepanjang-WRR (4,3 km), menurut Hediyanto, progresnya paling tinggi. Pembebasannya tanah sudah sebesar 94,91 persen dan konstruksi mencapai 62,85 persen.

Menurut Hedianto, pemerintah memberikan konsesi selama 42 tahun kepada PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) selaku Badan Usaha Jalan (BUJT) Jalan Tol Sumo.(faz)