Musim Hujan, Harga Cabai Naik Beras Turun

GN/FAKHRUR ROZIQ Pedagang di pasar-pasar Surabaya mengeluhkan naiknya harga sembako.

GN/FAKHRUR ROZIQ
Pedagang di pasar-pasar Surabaya mengeluhkan naiknya harga sembako.

SURABAYA (Global News)–Pedagang mengeluhkan tidak stabilnya harga jual bahan-bahan pokok.

Ini menyusul musim hujan yang mengguyur beberapa kota, khususnya Surabaya sangat berpengaruh pada stabilitas harga bahan pokok seperti cabai, bawang merah dan putih, gula, beras, minyak goreng, daging sapi dan juga daging ayam.

“Sebenarnya kenaikan harga tidak berpengaruh pada harga daging sapi dan daging ayam, karena tidak mudah busuk. Kalau untuk bahan-bahan seperti lombok, bawang merah dan putih bisa saja karena mudah busuk bila tergenang air hujan”, kata Zaenal (55), salah seorang pedagang di pasar tradisional Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, kemarin (6/3/2016).

Para pedagang tersebut mengeluh mahalnya harga jual dikarenakan musim hujan yang sedang berlangsung, akibatnya banyak pedagang yang sepi pembeli. Penjualan mereka menurun dari biasanya sekitar 100 kg kini menjadi 70-50 kg per hari.

Kenaikan harga bahan-bahan pokok ini, diperkirakan sebesar 30% dari harga sebelumnya. Sebagai contoh harga cabai besar yang sebelumnya Rp 35.000/kg kini menjadi Rp 45.000/kg, kalau cabai kecil harganya berkisar Rp 35 ribu/kg dari harga sebelumnya yang cuma Rp 16.000/kg.

Kabar baik justru datang dari komoditas beras. Untuk harga beras yang paling banyak dibeli, mengalami penurunan dari Rp 11.300/kg jadi Rp 11.000/kg. Hal tersebut karena penananaman padi didukung musim hujan sehingga produksi beras stabil.

“Kami berharap harga bahan-bahan pokok ini bisa kembali normal, agar penjualan kami tak menurun. Ya semoga pemerintah bisa membantu menangani masalah ini,” kata Siti, salah satu pedagang beras di pasar tradisional Wonokromo, Surabaya.
Dengan kondisi seperti ini, diperkirakan harga-harga sembako tidak berubah selama 1-2 bulan mendatang. Karena musim hujan diperkirakan masih cukup lama.(gn-01)