Masjid Raya akan Dibangun di Taman Sriwedari

GN/Totok Suwarto  Museum Keris berada satu kawasan dengan Taman Sri Wedari yang rencananya akan dibangun masjid.

GN/Totok Suwarto
Museum Keris berada satu kawasan dengan Taman Sri Wedari yang rencananya akan dibangun masjid.

SOLO (Global News)-Kekalahan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam sengketa warisan Keraton Surakarta, Sunan Paku Buwono X, Taman Sriwedari, dari ahli waris KRT Wirjodiningrat, tidak menyurutkan program kawasan ruang publik itu. Sebagian kawasan seluas sekitar sembilan hektare itu, di antaranya akan digunakan untuk membangun Masjid Raya Solo.

Pembangunan masjid raya sendiri, sejak jauh hari dilontarkan pasangan FX. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo, ketika kampanye pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Walikota dan Wakil Walikota Solo yang lalu. Saat ini, Pemkot Solo, saat ini akan menggelar sayembara desain pembangunan Masjid Raya Solo di kawasan Sriwedari tersebut yang terbuka untuk umum.

Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, menjelaskan kepada wartawan, kemarin, Masjid Raya Solo akan dibangun di lahan Taman Sriwedari yang tidak menjadi obyek sengketa. Itu sama dengan Museum Keris yang sekarang sedang dalam proses tahap akhir pembangunan, didirikan di bekas Rumah Sakit Jiwa “Mangunjayan” yang termasuk kawasan Taman Sriwedari tidak termasuk obyek sengketa.

“Masjid Raya Solo akan dibangun di lahan hak pakai (HP) Pemkot Solo supaya kelak tidak timbul masalah. Sekarang kita baru menyusun desainnya melalui sayembara,” ujar Walikota Rudy.

Pembangunan Masjid Raya Solo akan menggunakan dana APBD yang akan diusulkan dalam APBD Perubahan (APBD-P). Dana tersebut, pada tahap awal ini digunakan untuk membiayai sayembara dan telah diusulkan dalam pembahasan Musyawarah Rencana Pembangunan Kota (Musrenbangkot) belum lama ini.

Menyinggung lokasi masjid raya, Walikota Solo saat ini belum bisa memastikan, karena pertimbangan agar lokasi tersebut tidak berpotensi menimbulkan gugatan.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Rakhmat Sutomo menambahkan, pembangunan masjid raya sudah masuk dalam usulan Mesrenbangkot dan akan dilaksanakan tahun 2017 mendatang. “Kemungkinan pembangunan Masjid Raya Solo baru dapat dikerjakan 2018 dengan biaya APBD Perubahan 2017,” jelasnya. (tok)