Lomba Ling Tien Kung Cabang Sidoarjo, Pupuk Kebersamaan dan Perkuat Instruktur

GN/F. Al Aziz Para instruktur Ling Tien Kung Sidoarjo berfoto bersama dengan Koordinator Sidoarjo Drs Edy Prawoto SH M.Hum

GN/F. Al Aziz
Para instruktur Ling Tien Kung Sidoarjo berfoto bersama dengan Koordinator Sidoarjo Drs Edy Prawoto SH M.Hum (berbaju kuning).

SIDOARJO-Ling Tien Kung Cabang Sidoarjo menggelar lomba keterampilan dasar instruktur di lapangan Albatros, kompleks Perum AURI, Sidoarjo, Minggu (28/2/2016).

Tak sekadar mengasah kemampuan menyanyikan mars dan mempraktikkan gerakan Ling Tien Kung, namun lebih dari itu lomba juga bertujuan memupuk kerukunan, kebersamaan dan kesetiakawanan.
Ketua Pelaksana Lomba, H Moh Nurhadi mengatakan lomba tersebut bagian dari rangkaian ulang tahun Ling Tien Kung Cabang Sidoarjo kelima yang akan dirayakan setiap 3 April nanti. “Lomba ini fokus pada instruktur koordinator Sidoarjo saja, belum dari luar,” terang Nurhadi di sela kegiatan.

Tujuannya, kata Nurhadi, agar instruktur semakin paham. ”Kalau paduan suara, ya agar instruktur bisa menyanyi mars Ling Tien Kung, terus kalau gerak instruktur minimal melakukan gerak yang dilombakan dengan benar,” ucap Nurhadi. Beberapa gerakan itu antara lain Derap Kuda, Pengendapan, Fu Long Fei, Taichi, dan Kipas.
Menurut Nuhadi, dengan lomba ini, 2-3 kali dalam seminggu, para instruktur giat berlatih. Dengan begitu, menurut Nurhadi, lomba juga menggalang kesetiakawanan, kerukunan antar instruktur paling tidak dalam satu kelompok.

Sekadar diketahui, dalam lomba tersebut, para instruktur dibagi dalam empat kelompok besar. Masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang. Nurhadi mengatakan pada awalnya instruktur yang memilih sendiri, namun kemudian diisi anggota secara acak. Ini dilakukan supaya rata kekuatan antar kelompok. Kebersamaan dalam kelompok, kata Nurhadi, juga menjadi salah satu dasar penilaian dari beberapa kategori penilaian.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Ling Tien Kung Cabang Kabupaten Sidoarjo Edy Prawoto SH MHum mengungkapkan tujuan diselenggarakannya lomba tersebut adalah membangun relationship antar instruktur karena untuk membangun Ling Tien Kung butuh kebersamaan. ”Roh Ling Tien kung adalah kebersamaan,” ungkap Edy Prawoto.

Lomba ini, kata Edy, bukan akhir tetapi bagian suatu proses setelah usaha, harus ada evaluasi, hasilnya seperti apa. ”Hasil bukan segala-galanya,” tukas Edy. ”Lomba ini bertujuan mengalahkan diri sendiri. Musuh kita adalah kita sendiri. Karena tidak ada lawannya. Ini sangat penting untuk dipahami,” pesan Edy Prawoto di hadapan peserta.

Selain itu, Ling Tien Kung Cabang Sidoarjo juga sedang menerapkan strategi penguatan instruktur (instructor empowering). ”Instruktur harus kuat. Kalau instruktur lembek, lemah, tidak mungkin kita bisa mengembangkan Ling Tien Kung dengan baik,” pungkas Rektor Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya tersebut. Fathurrochman Al Aziz)