Kecamatan Gayungan ‘Perangi’ Nyamuk Malaria

GN/M. Zacky PERANG: Camat Gayungan Soedibyo memberikan pengarahan pada acara Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di halaman kantor Kecamatan Gayungan, Jumat (18/3/2016).

GN/M. Zacky
PERANG: Camat Gayungan Soedibyo memberikan pengarahan pada acara Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di halaman kantor Kecamatan Gayungan, Jumat (18/3/2016).

SURABAYA (Global News)-Soedibyo, Camat Gayungan, Surabaya terus menyatakan perang terhadap pemberantasan nyamuk malaria. Jumat (18/3/2016), bertempat di halaman Kecamatan Gayungan dilaksanakan Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang diikuti para Ibu Pemantau Jentik (Bumantik), Muspika hingga sejumlah masyarakat.

“Kita harus terus menerus menyatakan perang terhadap nyamuk di kecamatan ini. Mengapa? Karena kecamatan ini menduduki rangking ke-5 terbesar sebagai daerah positif demam berdarah. Saya meminta kepada seluruh Bumantik untuk terus menerus melakukan sosialisasi bahayanya demam berdarah. Dengan adanya apel pagi ini diharapkan semangat untuk terus menerus berperang dengan nyamuk terus bergelora,” katanya.

Dia mengatakan, diharapkan di seluruh Kecamatan Gayungan, terutama kepada para luruh untuk menciptakan satu rumah, satu Bumantik. Tujuannya, supaya rangking tersebut dapat diperbaiki. Yang lebih utama lagi, yakni lingkungan kita menjadi sehat. “Sekali lagi saya tegaskan, ayooo kita berperang melawan nyamuk,” kata Pak Camat Soedibyo.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gayungan dr Atiek Tri Arini mengatakan, di Kecamatan Gayungan hingga kini terdapat sekitar 420 Bu Mantik. Para Bumantik inilah yang menjadi ujung tombak pemberantasan nyamuk. “Foging sudah tidak efektif lagi dalam pemberantasan nyamuk, tetapi dengan langkah 3 M (menguras, menutup dan mengubur barang-barang bekas) merupakan langkah paling efektif untuk berperang dengan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah.

Atiek mengatakan, dengan “turunnya” Bumantik ke sejumlah tempat diharapkan dapat memberikan pengertian kepada masyarakat bagaimana memberantas jentik nyamuk tersebut. “Kami bersama Muspika akan terus menyatakan perang terhadap nyamuk, sampai kondisi di Gayungan tersebut dinyatakan negatif. Ya setidaknya rangking 5 itu bisa diperbaiki lagi,” katanya.

Sementara Lurah Menanggal, Suwanto mengatakan, dirinya bersama jajarannya siap melakukan gerakan “Perang terhadap Nyamuk” seperti arahan Bapak Camat. “Bumanti Menanggal, terus menerus melakukan pemantauan dan pemeriksaan ke rumah-rumah penduduk untuk mengetahui kondisi masing-masing rumah,” kata Lurah Suwanto.

Diakhir acara dilakukan penandatanganan seluruh anggota apel dengan tema “Komitmen Bersama Seluruh Muspika, Bumantik dan Seluruh Masyarakat Gayungan Bebas Jentik Nyamuk dan Demam Berdarah”.fan

l