Dua Hari Beruntun Buruh Maspion Demo, Lalu Lintas Terganggu

GN/F. Al Aziz Unjuk rasa buruh Maspion 1 yang menutup hampir semua jalan mengakibatkan kemacetan, Kamis (18/3/2016)

GN/F. Al Aziz
Unjuk rasa buruh Maspion 1 yang menutup hampir semua jalan mengakibatkan kemacetan, Kamis (18/3/2016)

SIDOARJO (Global News)-Ribuan buruh outsourcing PT Maspion l Aloha Gedangan selama dua hari berturut-turut berunjuk rasa.

Kalau pada hari pertama, Kamis (17/3/2016), unjuk rasa mengakibatkan kemacetan sangat luar biasa baik dari arah Sidoarjo ke Surabaya atau sebaliknya, maka, Jumat (18/3/2016), unjuk rasa hanya sedikit mengakibatkan antrean di kawasan menjelang kawasan Aloha, Waru, Sidoarjo.

Dalam aksi kemarin, para buruh memblokir dan melakukan aksi sampai memenuhi lebih dari separo badan jalan. Lajur lalulintas, hanya bisa untuk satu mobil. Tak ayal kemacetan panjang menyelimuti Jalan Raya Aloha, Gedangan baik arah Sidoarjo maupun arah Surabaya.

Namun untuk aksi hari kedua, mereka mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian agar para buruh tidak sampai melakukan pemblokiran maupun aksinya memenuhinya badan jalan. Para buruh yang aksi, diberikan garis pembatas dan petugas kepolisian berjajar di sepanjang jalan.

Kapolres Sidoarjo AKBP M. Anwar Nasir menegaskan buruh tidak diperkenankan mengganggu kepentingan umum sekalipun menyampaikan aspirasi adalah hak mereka.

“Silakan berunjukrasa dan menyampaikan aspirasi. Tapi hal itu silakan dilakukan dengan cara tidak mengganggu kepentingan umum atau kepentingan orang banyak,” tegas mantan Kapolres Nganjuk.

Sedikitnya 180 personel dari 10 polsek di Sidoarjo serta ratusan lain dari Polres Sidoarjo dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa.

Selain di depan Maspion 1 yang membuat lalu lintas terganggu, para pengunjuk rasa juga melakukan unjuk rasa ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jatim. Para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi terkait upah yang diberikan di bawah UMK Sidoarjo.  Selain itu, buruh juga menuntut hak normatif cuti tahunan, cuti haid dan cuti nikah. Tak hanya itu, buruh juga menagih kepesertaan BPJS Kesehatan.(faz)