Warga di Surabaya Sesalkan Pelantikan Risma-Whisnu di Istana

Istimewa Tri Rismaharini dikerubti warga yang ingin berfoto bersama, dalam sebuah kesempatan saat menjabat walikota Surabaya.

SURABAYA (Global News)-Terkait rencana pelantikan Risma-Whisnu di Istana Negara ternyata justru menuai reaksi keras dari masyarakat di Kota Surabaya, yang menganggap rencana itu merupakan sikap dan tindakan pemerintahan Jokowi-JK yang tidak bijak, karena tidak terlebih dahulu bertanya kepada masyarakat yang telah memilihnya.

Warga Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan bernama M Arifin, bahwa upaya pemerintahan Jokowi-JK yang akan melantik pasangan Risma-Whisnu bersama dengan pasangan kepala daerah lainnya di Istana Negara, justru dianggap akan menyakiti rakyat Surabaya.

“Kemenangan Risma-Whisnu itu kemenangan masyarakat kota Surabaya dan seharusnya juga menjadi kegembiraan warga kota Surabaya, karena merupakan hasil dari pesta demokrasi rakyat Surabaya, tidak ada kaitannya dengan pusat, mereka hanya berhak dan bertugas menetapkan dan mengesahkan hasil Pilkada,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Perak Utara Kecamatan Pabean Cantikan Anwar. Menurutnya , terpilihnya kepala daerah itu kemauan dan keputusan masyarakat di daerah, jangan lantas ditarik ke pusat, dan menganggap ada niat menunggangi kepopuleran Walikota dan Wakil Walikota Surabaya terpilih.

“Kalau pelantikannya di Istana, maka sama saja dengan merampok kegembiraan masyarajat kota Surabaya, bahkan sama dengan numpang popularitasnya Risma-Whisnu, tentu ini akan sangat melukai rakyat yang telah memilihnya, capaian kemenangan sampai 86 persen itu bukan main-main loh,” tandasnya.

Anwar berharap agar pelantikan Risma-Whisnu sebagai walikota dan wakil walikota menjadi puncak kemenangan sekaligus kegembiraan rakyat Surabaya yang diimplementasikan dalam sebuah pesta rakyat di daerah, bukan di pusat.

“Saat pasangan Jokowi-JK menang Pilpres, mereka juga sempat menggelar pesta kemenangan rakyat, lantas apa salahnya jika kemenangan Risma-Whisnu ini juga menggelar acara yang sama yakni pesta kemenangan rakyat Kota Surabaya,” harapnya.

Kata Anwar, pemerintah tidak harus melakukan upaya pelantikan Risma-Whisnu di Istana Negara, karena di samping menabrak undang-undang belum tentu dikehendaki rakyat Surabaya. “Harusnya Presiden dan jajaran kabinetnya itu mendengar apa yang dikehendaki rakyat Surabaya terkait Pilkada maupun hasil Pilkada, jangan malah dicari-carikan aturan tambahan hanya karena ingin melantik di Istana, tentu ini tindakan yang konyol bahkan cenderung ngawur,” pungkasnya. pur