Usia Senja Masih Eksis Wujudkan Kerukunan Warga

AKRAB DAN RUKUN: Warga Jln Citandui dan Jln Bogowonto mengadakan pertemuan di RM Hari Hari. Pertemuan tersebut bertujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi antar warga yang selama ini memang telah berjalan dengan baik.

AKRAB DAN RUKUN: Warga Jln Citandui dan Jln Bogowonto mengadakan pertemuan di RM Hari Hari. Pertemuan tersebut bertujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi antar warga yang selama ini memang telah berjalan dengan baik.

SURABAYA (Global News)-Usia senja tak mengendorkan niat warga Citandui dan Bogowonto Kelurahan dr Soetomo Surabaya untuk menggelar pertemuan khusus demi terciptanya masyarakat yang rukun dan damai. Kemarin, Minggu (31/1/2016) mereka menggelar pertemuan di restoran Hari-Hari, Jl. Musi No.47, Surabaya dengan mengusung tema hidup bahagia dan bersyukur di usia senja.

Setidaknya kegiatan yang diprakarsai Prof Diany Yogiantoro, SpM (K), mantan Ketua RT 06 RW 14 Kelurahan dr Soetomo tersebut mendapat resepon positif dari kalangan warga. “Kegiatan silaturrahim ini merupakan acara turun-temuran yang harus dilestarikan. Selain acara ini bisa mendekatkan antar warga juga bisa menampung aspirasi dari warga Citandui dan Bogowonto demi terciptanya masyarakat yang damai,” ujar Prof Diany.

Uniknya, hampir semua undangan yang hadir dalam acara tersebut dari kalangan usia senja. “Rata-rata usia yang hadir di undangan ini kisaran 50 tahun,” terang Prof Diany.

Lebih lanjut, ia berharap, dengan adanya acara tersebut bisa meningkatkan rasa solidaritas antar warga. Kegiatan ini merupakan implementasi dari ajaran agama, bahwa silaturahim bisa memperpanjang umur serta menjadikan hidup lebih berkualitas. “Jika sesuatu dilakukan atas dasar keikhlasan pasti menjadi berkah,” tambah Prof Diany.

Di tempat yang sama, Ketua RT 06 Syahid Umar Sitik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rutinitas di lingkungan warga Bogowonto dan Citanduwi. “Biasanya satu tahun dua kali. Pertama, ketika Idul Fitri dan yang kedua ketika Tahun Baru. Nah, pada pertemuan kali ini merupakan pertemuan setelah Tahun Baru,” tutur Syahid.

Menurut Syahid, kegiatan tersebut tidak lain untuk lebih mengakrabkan antara warga, petugas keamanan dan petugas kebersihan agar masyarakat lebih hidup nyaman. “Tapi yang penting bagaimana masyarakat bisa menjalin komunikasi dengan baik,” katanya.

Syahid berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremonial. Tetapi hasil dari pertemuan tersebut bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu , ia berharap, pertemuan rutin tersebut agar berlangsung sampai akhir hayat dikandung badan. “Karena dulunya ini hanya sekadar arisan saja. Tapi lama-kelamaan arisannya bubar, maka kami ganti dengan pertemuan rutinitas tahunan. Mudah-mudahan anak-anak kami, bisa meneruskan kegiatan rutin kami,” katanya.

Ikut dalam kegiatan tersebut Ketua RW 14 Kelurahan dr Sutomo, drs Ec Bagoes Ramelan Soenardijono Msc Ak CA memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan halal-bihalal warga Citandui dan Bogowonto tersebut. “Di tengah usia senja, mereka masih eksis mewujudkan nilai-nilai kerukunan masyarakat. Ini harus menjadi contoh, bahwa berapapun usia, kita harus tetap menjaga kerukunan sekaligus menjadi pelopor kerukunan. Setidaknya, kegiatan ini menjadi contoh untuk anak-cucu kita nanti,” katanya dosen luar biasa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Jatim.

Lelaki yang juga menjabat sebagai penasihat Prodi Akutansi ini, berharap agar rutinitas tahunan tersebut tetap terselenggara demi terciptanya masyarkat yang sejahtera. “Selain itu bertemu dengan sahabat, keluarga itu kan bisa memperpanjang umur. Hidup kita bisa sehat, nyaman,” pungkasnya. roz