BPS Jatim: Tahun 2015, Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melambat

Ilustrasi Aktivitas ekonomi di Jawa timur diketahui melamban selama 2015.

Ilustrasi
Aktivitas ekonomi di Jawa timur diketahui melamban selama 2015.

SURABAYA (Global News)-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mengumumkan perekonomian provinsi paling timur Pulau Jawa mengalami perlambatan yakni dari 5,86 persen di tahun 2014 menjadi 5,44 persen di tahun 2015.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, dari sisi produksi sebenarnya sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif seperti industri pertambangan dan penggalian sebesar 7,92 persen dan industri penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 7,91 persen.

“Kecuali pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi sebesar 3,00 persen,” kata Teguh, Jumat (5/2/2016) di Surabaya.

Menurut Teguh, kontraksi ini disebabkan oleh anjloknya harga minyak dan gas secara global. Ekonomi Jawa Timur mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,73 persen pada triwulan IV 2015 dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter to quarter).

 

Pertumbuhan negatif terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24,71 persen. “Kondisi ini disebabkan oleh efek musiman beberapa komoditi pertanian seperti padi yang pada triwulan IV 2015 memasuki musim tanam,” ujar dia.

Selain itu, sektor reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan IV 2015 (quarter to quarter) yakni sebesar 0,52 persen.

Perekonomian Jawa Timur tahun 2015 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.689,88 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp1.331,42 triliun.(ssn/zis)