Sejenak Balik ke Era ’70-an di Konser Badai Pasti Berlalu

GN/Retno Penampilan Berlian Hutauruk dalam Konser Badai Pasti Berlalu LCLR + di Grand City, Jumat (26/2) malam.

GN/Retno
Penampilan Berlian Hutauruk dalam Konser Badai Pasti Berlalu LCLR + di Grand City, Jumat (26/2) malam.

SURABAYA (Global News)–Lagu Badai Pasti Berlalu yang dilantunkan Berlian Hutauruk menjadi klimaks ‘ Konser Badai Pasti Berlalu LCLR+ ‘ yang digelar di Convention Hall Grand City Mall, Jumat (26/2) malam.

Dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan, tak segan ikut menyanyikan lagu fenomenal karya Eros Djarot dan Jockie Soerjoprajogo tersebut saat Berlian menyodorkan mike-nya.

Lewat konser yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut, pengunjung yang rata-rata berusia paro baya itu seakan diajak kembali ke era ’70-an. Di tempat duduknya masing-masing, mereka tak hanya mendengarkan tapi juga ikut bersenandung melafalkan lirik lagu demi lgu.

Sehingga ketika Ryan D’Massive meminta mereka ikut menyanyikan refrain lagu Pelangi yang dipopulerkan oleh Chrisye, maka koor pengunjung-pun menggema memenuhi ruangan, Kau dengar laguku dalam simfoni//Tiada lagi melodi dapat kucipta tanpa senyummu.

Usai melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, konser yang juga dihadiri Wagub Jatim Saifullah Yusuf itu dibuka Andi /rif dengan lagu Jurang Pemisah –yang dipetik dari album Jurang Pemisah milik Jockie dan Chrisye.

Tak hanya dari album Badai, Jockie juga mengajak pengunjung bernostalgia lewat lagu-lagu apik yang lahir lewat Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR). Dan penyanyi-penyanyi masa lalu pun seakan “turun gunung”, sebut saja Dhenok Wahyudi, Louis Hutauruk, Tika Bisono, Benny Subardja, Keenan Nasution, Harry Sabar, Dian Pramana Poetra, di samping penyanyi era berikutnya seperti Andi /rif, Fryda Luciana, Marcell, dan Gilang Samsu.

Jockie menyebut konsernya yang sudah digelar di Bandung dan Jakarta ini sebagai wujud tanggungjawab profesi. “Jadi bukan sekadar untuk nostalgia, tapi sebagai portofolio saya. Ini yang bisa dilakukan seorang Jockie,” ujar pemusik serba bisa yang vokalnya masih lantang saat menyanyikan lagu Citra Hitam.

Selain bernostalgia lewat lagu-lagu di era akhir 70-an dan awal 80-an, pengunjung juga dihibur penampilan legenda ludruk Cak Kartolo dan Cak Sapari yang mendampingi pembawa acara Sys NS.retno