Rel Porong Terendam, Perjalanan Kereta Terganggu

ISTIMEWA Banjir menggenangi Jalan raya Porong termasuk rel kereta api.

ISTIMEWA
Banjir menggenangi Jalan raya Porong termasuk rel kereta api.

SIDOARJO (Global News)-Petak jalan antara Porong dan Tanggulangin terendam banjir, Jumat (12/2/2016). Akibatnya perjalanan sejumlah kereta api pun tersendat.

Manajer Humas PT KAI Daops 8 Suprapto mengatakan, kereta api yang tertahan yakni KA Mutiara tujuan Surabaya-Jember, KA Jayabaya tujuan Jakarta-Malang dan KA Penataran.

Untuk jumlah penumpang kereta api, kata dia, penumpang KA Mutiara Timur sebanyak 210 orang dan KA Jayabaya sebanyak 165 orang.

“Kemarin jam 18.30 WIB curah hujan tinggi di kawasan Sidoarjo sehingga air naik dan menggenangi rel. Semakin makan hujan makin deras sampai pukul 23.00 WIB sehingga ketinggian air 30 cm di atas rel KA,” kata Suprapto.

Namun yang paling parah ketinggian air sampai mencapai 35 sentimeter di KM 153 rel kereta api Porong.

“Untuk penumpang yang tertahan kami oper dari stasiun Sidoarjo ke stasiun Jember tapi bus tidak ada karena tertahan banjir,” kata dia.

Karena itu, pihaknya menyiapkan 12 bus untuk mengangkut penumpang dari Sidoarjo ke Bangil. KAI memberi kompensasi makanan atau snack setiap 6 jam sekali.

Upaya yang dilakukan, kata dia, pihak KAI menyiapkan mesin yang bisa meninggikan tanah di sekitar rel atau mengeruk batu-batu kecil serta menahan air dengan meletakkan karung-karung berisi pasir. “Kita belum bisa perkirakan kapan surutnya genangan air. Kami berharap cepat surut,” tambah dia.

Banjir di Sidoarjo dilaporkan makin meluas ke arah selatan, barat dan timur akibat sungai Kalimas meluap sejak Kamis (11/2/2016) malam.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo mengungkapkan, wilayah Taman dan Krian yang sebelumnya tidak terendam banjir saat ini terpantau juga tergenang banjir.  “Kami fokus di Taman dan Krian dulu, baru menangani daerah lain,” ungkap Dwijo.

Dwijo menjelaskan, saat ini ketinggian air di dalam rumah warga Taman dan Krian mencapai 50-70 cm. Di antaranya di Tanjungsari, Krembangan, Ngelom, Tawangsari dan Bareng Krajan.

Sebagian warga yang terdampak banjir ada yang bersedia dievakuasi dan ada yang tidak bersedia. “Kesulitan utama kami memberikan bantuan karena banjir makin meluas sehingga tidak semuanya tercover. Kita fokus ke penanganan korban terdampak banjir,” tambah dia.(sub/faz)