Pesawat Latih Timpa Rumah Warga di Malang

KOMUNITAS PEDULI MALANG FOR GLOBAL NEWS Kondisi rumah warga bernama Pujianto yang hancur ditimpa pesawat, Rabu (10/2/2016).

KOMUNITAS PEDULI MALANG FOR GLOBAL NEWS
Kondisi rumah warga bernama Pujianto yang hancur ditimpa pesawat, Rabu (10/2/2016).

MALANG (Global News)-Sebuah pesawat latih tempur jenis Super Tucano TT-3108 buatan Brazil jatuh dan menimpa rumah warga di Jl LA Sucipto RT 3 RW 5 Blimbing, Kota Malang, Rabu (10/2/2015) sekira pukul 10.00 WIB.

Pesawat tersebut menimpa rumah warga diketahui milik Bapak Pujianto. Setidaknya, ada empat korban dalam kejadian tersebut. Mereka adalah pilot pesawat atas nama Mayor Pnb Ivy dan seorang kopilot bernama Saiful. Selain itu, ada seorang wanita yang identitasnya menurut petugas bernama ibu Erna yang diduga juga pemilik rumah dan saat ini telah dibawa RSSA Syaiful Anwar.

Berdasar informasi yang diperoleh Global News dari salah seorang warga sekitar kejadian, Yudit Kandhias, kondisi pesawat saat ini masih di dalam reruntuhan bangunan. Hanya kondisi sayap yang terlihat. “Saat jatuh, saya sedang sarapan tidak jauh dari tempat kejadian,” ujar Yudit.

Saat ini, lokasi ramai warga. Lokasi ini berada kurang lebih 15 kilometer dari Lanud Abdulrachman Saleh.
Belum ada keterangan resmi terkait insiden ini. Kapentak Lanud Abdurrachman Saleh Mayor Sus Hamdi Londong Alu mengaku belum bisa memberi penjelasan rinci. Dia hanya membenarkan kejadian itu. “Benar, pesawat latih (jatuh). Info selengkapnya nanti,” kata Londong seperti dikutip detik.com.

Hal yang sama juga diungkapkan Kasubag Hukum Polresta Malang AKP Untung B.R. Ia membenarkan, lokasi pesawat jatuh di Simpang 4 LA Sucipto, menimpa rumah warga. Pesawat yang jatuh, pesawat latih kecil. Posisi pesawat masih di atas rumah. Data lengkap masih belum diketahui.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna menyebut pesawat jatuh saat uji terbang setelah pemeliharaan. “Saya lagi ke sana untuk check dan betul saat pilot melaksanakan test flight setelah pemeliharaan 300 jam terbang,” ujar Marsekal Agus. (zis)