Panen Gabah Meningkat, Gubernur Apresiasi Kodam V Brawijaya

ISTIMEWA

ISTIMEWA

SURABAYA (Global News)-Jawa Timur (Jatim) menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang panen gabah keringnya mengalami peningkatan. Gubernur Jatim, H Soekarwo menyebut ini salah satu usaha keras jajaran Kodam V/Brawijaya dalam membantu tingkatkan ketahanan pangan di Jatim.
Gubernur mengatakan pada 2015 jumlah panen gabah kering giling di Jatim naik dari 12,3 juta ton menjadi 13,05 juta ton.
“Provinsi Jabar turun 800 ribu ton dan Jateng turun 600 ribu ton. Jatim malah naik sekitar 650 ribu ton gabah kering giling, ini paling tinggi se-Indonesia, ini berkat kerja TNI juga itu harus kita apresisasi,” kata Soekarwo dalam Rapat Pimpinan Kodam V Brawijaya, di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Senin (1/2/2016).
Menurut Soekarwo, TNI punya peran dalam membantu dan mendukung Jatim mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi di Jatim, terutama dalam peningkatan produksi pertanian. “Terwujudnya ketahanan pangan inilah yang pada akhirnya mewujudkan kemandirian bangsa,” katanya.
Peran TNI diperlukan untuk membantu pembangunan di Jatim. Sesuai dengan Alinea keempat pembukaan UUD 1945, TNI berperan dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan. Untuk itu diperlukan kekuatan persatuan dan kesatuan, dalam hal ini gotong royong dalam komponen bangsa. Keadilan merupakan musuh terbesar yang dapat menyebabkan disparitas yang berujung pada konflik sosial.
Dalam menghadapi MEA, Gubernur mengatakan Jatim siap. Hal ini terlihat pada periode Januari-Oktober 2015, Perdagangan Jatim mengalami surplus hampir dengan semua negara di Asean kecuali dengan Singapura dan Laos.
Selain itu, sejak tahun 2009, TNI membantu pemprov Jatim dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Sejak 2009 sudah dibangun sekitar 91.400 RTLH, dari total 234 ribu RTLH yang akan dibangun,” tutur Soekarwo.
Diperlukan sinergitas yang baik antara Pemprov Jatim dan TNI/ Polri terutama dalam menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, stabilitas kemanan akan menciptakan situasi yang kondusif yang berujung pada meningkatnya investasi di Jatim. Selain itu, stabilitas politik juga berpengaruh dalam menciptakan iklim investasi. “Politik dan pemerintah harus kompak untuk mewujudkan kemandirian ekonomi,” ujar Pakde Karwo.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Sumardi mengatakan, Kodam akan terus membantu dan mendukung Pemprov Jatim dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk program RTLH.
Program RTLH ini akan melibatkan seluruh prajurit TNI yang ada di Kodam V Brawijaya Menurutnya, program ini akan terus dilanjutkan sampai seluruh masyarakat Jatim punya rumah layak huni. “Kami juga mengerahkan Babinsa untuk mendata mana saja rumah yang tidak layak huni untuk menerima bantuan ini”, ujar Pangdam.
Rapat Pimpinan Kodam V Brawijaya ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk membahas program kerja TA 2016. Acara yang diikuti kurang lebih 139 orang ini terdiri dari staf Kodam, Danrem, Staf Ahli, Staf Khusus, Komandan Kompi, Dandim, Danyon, dan Danrem di bawah satuan Kodam V Brawijaya. Turut hadir dalam acara ini Irjen Pol Anton Setiadji Kapolda Jatim, dan Brigjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau Kasdam V Brawijaya. (inf)