Menkop Sarankan Batik Dilengkapi Hak Cipta

GN/MASDAWI DAHLAN Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi Bupati Achmad Syafii menyaksikan proses pewarnaan batik.

GN/MASDAWI DAHLAN
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi Bupati Achmad Syafii menyaksikan proses pewarnaan batik.

PAMEKASAN (Global News)-Menteri Koperasi dan UKM AAG Puspayoga menilai Pemkab Pamekasan memiliki kepedulian untuk mengembangkan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Karena itu dia memberikan penghargaan khusus kepada Pemkab Pamekasan, yang diterima oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii di Jakarta beberapa waktu lalu.

Penegasan itu disampaikan Puspayoga pada saat bertemu dengan para pelaku UMK di Desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan, Sabtu (20/2/2016). Puspayoga hadir ke Pamekasan melihat industri kerajinan batik tulis Pamekasan. Dia didampingi Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Drs Bramantio.

Bupati Pemkab Pamekasan Achmad Syafii menyambut Puspayoga didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jon Yuliyanto, Kabag Humas dan Protokol Listyanto Joko dan sejumlah pimpinan SKPD terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Puspayoga menegaskan dirinya tertarik datang ke Pamekasan karena dia tahu sendiri pemkab memang punya kepedulian mengembangkan UMK. Pamekasan, kata dia, termasuk daerah yang telah mengeluarkan regulasi kemudahan memberikan Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dari yang sebelumnya ditangani pemkab kini dilimpahkan ke kecamatan.

“Itu saya tahu sendiri, karena itu saya juga memberikan penghargaan kepada bapak bupati beberapa waktu lalu. Dan saya ingin sekali melihat ke lapangan tentang aneka usaha yang ada di Pamekasan ini.

Ternyata orang Madura ini sopan, manis dan murah senyum sama dengan Bapak Bupatinya yang juga murah senyum,” candanya.
Puspayoga menyarankan agar industri batik tulis harus ditindaklanjuti dengan pemasaran yang bagus juga. Dia juga menyarankan jika pengrajin memiliki karya batik yang bagus untuk dipatenkan agar tidak diklaim daerah atau negara lain. Pengrajin juga diminta memanfaatkan jasa perbankan berupa pinjaman modal dengan kredit lunak tanpa agunan.

“Untuk memiliki hak cipta sangat mudah dan gratis. Dulu memang agak lama sampai enam bulan dan biayanya Rp 4 juta. Sekarang satu jam selesai dan gratis lagi. Begitu juga dengan kredit sekarang bunganya lunak. Dulu 22 persen sekarang untuk usaha mikro dan kecil hanya 9 persen dan tanpa agunan lagi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Menkop Puspayoga bersama Bupati Achmad Syafii menyerahkan sejumlah kartu IUMK dan kartu kredit dari perbankan kepada perwakilan para pengusaha mikro dan kecil. Mereka juga menyempatkan melihat langsung proses pembuatan batik tulis Pamekasan di sentra kerajinan batik.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan di Pamekasan tercatat lebih dari 20 ribu UKM. Dia mengaku memang mempermudah pemberian izin usah menengah kecil (IUMK) karena dengan jalan itu akan muncul akselerasi usaha dan akhirnya juga akan membuahkan hasil yang maksimal. Batik tulis Pamekasan, kata Syafii, telah beredar luas hingga luar negari, di antaranya Malaysia.

“Pemkab Pamekasan terus berupaya untuk pengembangan usaha batik tulis ini, antara lain mengikuti pameran di berbagai daerah dan kota besar. Pamekasan juga akan membuat outlet di pusat pusat hasil kerajinan yang ada diberbagai kota di Indonesia,” ungkapnya. (mas)