Kota Solo Ditetapkan dalam Status Siaga Bencana

Ilustrasi

Ilustrasi

SOLO (Global News)-Cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi pada Februari 2016 ini, diperkirakan akan berlangsung setidaknya selama dua pekan. Dalam mengantisipasi bencana banjir akibat meluapnya Bengawan Solo maupun anak sungai Bengawan Solo, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada Rabu (10/2/2016) menetapkan status siaga bencana.

Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Gatot Sutanto, mengungkapkan, penetapan status tersebut didasarkan pada kondisi cuaca ekstrem dan hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan curah hujan tinggi akan terjadi selama dua pekan ke depan.

“Hujan lebat yang turun di wilayah Surakarta beberapa hari terakhir, mengakibatkan tinggi muka air Bengawan Solo sempat mencapai angka delapan meter lebih. Hal itu harus diantisipasi dengan kesiagaan. Penetapan status siaga ini sebagai tindak lanjut dari penetapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dikeluarkan Desember 2015 lalu,” ujarnya kepada wartawan seusai rapat koordinasi (rakor) Siaga Bencana di Balai Kota Solo, Kamis (10/2/2016).

BPBD Kota Solo, menurut Gatot, saat ini telah membuka tiga pos darurat yang bertugas menangani semua yang terdampak bencana. Lokasi pos darurat di kawasan Kottabarat Kecamatan Banjarsari, kawasan Pedaringan Kecamatan Jebres dan di Gading Kecamatan Pasar Kliwon, yang masing-masing berfungsi sebagai pos komunikasi dan koordinasi penanganan bencana, sekaligus sebagai tempat pengaturan logistik dan personel relawan.

“Bakorwil juga menawarkan salah satu ruang untuk dijadikan pos darurat bencana yang mencakup enam wilayah se eks Karesidenan Surakarta dan dapat difungsikan sebagai tempat pengungsian saat terjadi bencana,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi itu juga dilakukan inventarisasi kelengkapan menghadapi bencana, meliputi personel, logistik, pemetaan lokasi dapur umum dan tempat pengungsian. Gatot menambahkan, logistik tanggap bencana dalam bentuk bahan makanan cepat saji dan awet sudah cukup. Jika dibutuhkan tambahan logistik, BPBD bisa langsung minta ke Pemprov Jateng atau menggunakan dana tak terduga.

Dalam status siaga bencana saat ini, BPBD mendapat dukungan ribuan relawan yang siap menangani korban bencana. Gatot menyebut, di Kota Solo sendiri tercatat sebanyak 17 organisasi relawan dan saat ini sedang dilakukan pemetaan potensi masing-masing relawan. Saat terjadi bencana mereka akan ditempatkan di delapan clustera, seperti dapur umum, medis, tempat pengungsian dan lain-lain.

“Pemetaan diperlukan untuk mengetahui berapa yang ahli di dapur umum, medis atau di pengungsian dan lain-lain, termasuk kesiapan peralatannya,” tuturnya. Di samping itu, dalam persiapan perlengkapan yang ditangani Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Perum Jasa Tirta, di antaranya disiagakan peralatan sand bag atau karung pasir sebanyak 10.000 buah dan bronjong kawat sebanyak 3.000 buah. BBWSBS juga menyiapkan empat unit mobile pump atau pompa portabel dengan kapasitas besar dan dua mobil dump truk yang siap dioperasikan (tok)