Kapal Selam AS Masuk Perairan RI, Menhan Bantah Kecolongan

Ryamizard_RyacuduSOLO (Global News)-Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Purn TNI Ryamizard Ryacudu, menyatakan, melintasnya kapal selam Amerika Serikat (AS) yang membawa nuklir di perairan laut dalam teritorial Indonesia bukan berarti TNI-AL Indonesia kecolongan. Sebab, TNI-AL sudah mendeteksi kapal selam pengangkut nuklir tersebut.

“Tetapi posisi kapal itu di daerah perbatasan dengan perairan Singapura. Sehingga kita tidak bisa menanganinya sendiri dan harus berkoordinasi dengan pemerintah Singapura,” ujar Menhan seusai meresmikan “Institute Kepemimpinan Pancasila” (IKP), di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2016). Peresmian IKP Solo merupakan yang pertama di antara 12 IKP se Indonesia yang akan mendirikan lembaga baru tersebut.

Ryamizard menegaskan, saat ini tidak ada alasan pemerintah Indonesia melayangkan nota protes kepada AS, meskipun TNI-AL mendeteksi melintasnya kapal selam pengangkut nuklil tersebut. Dia berpendapat, kapal selam itu hanya melintas dan tidak ada tujuan atau maksud apapun di balik keberadaannya di perairan Indonesia..

“Kalau kapal selam itu terbukti sengaja memasuki perairan wilayah kedaulatan Indonesia, Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes melalui Kementerian Luar Negeri. Kita tetap harus waspada, tapi kalau curiga terlalu berlebihan itu tidak bagus. Dalam kasus melintasnya kapal selama Amerika ini, kita tidak kecolongan. Masak kecolongan melulu,” tukasnya.

Dalam kaitan itu, Menham memandang perlu seluruh lapisan masyarakat memupuk perdamaian dengan menghilangkan rasa curiga terlalu berlebihan. Dia menandaskan, benak kita harus penuh kedamaian, penuh pertemanan, sebab kalau terus saling curiga akan terjadi permusuhan.

“Tetapi kalau terbukti (ada pelanggaran), kita akan menanyakan kenapa dia masuk ke negara kita. Itu urusan Menlu,” kata Mantan Pangdam V Brawijaya ini. (tok)