Imlek, Momen Warga Bagansiapiapi Perkokoh Keutuhan NKRI

GN/FAKHRUR ROZIQ JAGA KEUTUHAN: Para pengurus Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi berfoto usai pelantikan pengurus baru, Sabtu (13/2/2016).

GN/FAKHRUR ROZIQ
JAGA KEUTUHAN: Para pengurus Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi berfoto usai pelantikan pengurus baru, Sabtu (13/2/2016).

Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi yang tinggal di Surabaya ikut merayakan Imlek 2576, di restoran Tristar, Sabtu (13/2/2016) malam. Tak sekadar merayakan Imlek, acara tersebut tidak jauh berbeda dengan ajang reuni antar warga perantauan Bagansiapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Kepulauan Riau yang ada di Surabaya dan berbagai kota yang ada di Indonesia.

Mereka yang hadir selain yang ada di Surabaya, juga berbagai kota di antaranya, Jakarta, Bandung, dan kota lainnya. Acara yang dihadiri lebih dari 1.500 orang tersebut, menjadi bukti bahwa persatuan Bagansiapiapi Rohil tersebut masih eksis menjaga keutuhan marganya. “Sama-sama di perantauan harus saling memikirkan. Kami di sini mempunyai niat yang sama, yaitu meraih kesuksesan. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa membantu masyarakat Bagansiapiapi yang kekurangan menjadi tercukupi,” tutur Tommy Suhartono, Ketua terpilih Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi perode 2015-2018, pada Global News, Sabtu (13/02/2016).

Tommy Suhartono yang juga memiliki nama asli Peng Tjin Ching mengungkapkan, hidup di perantauan harus mempunyai iktikad yang kuat untuk meraih kesuksesan dan jangan minder di era modernisasi. “Perhimpunan masyarakat Bagansiapiapi ini, sebenarnya bertujuan untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan. Baik butuh pekerjaan, atau pulang ke tempat tinggalnya dan tidak mempunyai ongkos. Kami fasilitasi mereka dengan baik. baganHidup hanya sekali, maka gunakanlah hidup sebaik mungkin,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, perayaan yang sudah keempat kalinya tersebut, ingin menyambung tali silaturrahim antar masyarakat Bagansiapiapi. Dengan begitu, komunikasi bisa lancar, dan bisa saling membantu. “Kalau tidak pernah komunikasi kita kan tidak pernah tahu, ia kurang apa. Selain itu, diharapkan perkumpulan yang seperti ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, salah satunya bisa menjalin bisnis erat,” kata Tommy.

Selain itu, kata Tommy, kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan generasi muda yang enerjik dan semangat untuk membangun bangsa. “Sebagai contoh bagi generasi muda, bahwa jalinan silaturahim itu sangat penting,” katanya.

Sebagai bagian Indonesia, Tommy juga mengungkapkan Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi juga bertekad membantu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Menjaga keutuhan NKRI menjadi tujuan utama perhimpunan masyarakat Bagansiapiapi,” kata Tommy.

Tidak sekadar bicara, ungkap Tommy, Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi memberikan bantuan kepada masyarakat yang terimbas bencana. “Salah satu contohnya, ketika ada bencana kami siap untuk membantu. Kami terus berupaya untuk membantu negara serta memberikan yang terbaik untuk negara,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Mantan Ketua Perhimpunan Masyarakat Bagansiapiapi Sujadi mengungkapkan, perhimpunan tersebut tidak jauh berbeda dengan gerakan sosial, sama-sama bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami menuntun mereka menuju langkah sukses,” kata Sujadi.

Sebagai salah satu stakeholder dalam perhimpunan, pria yang memiliki nama asli Ng Teng Ciat ini sering memberikan terobosan baru supaya perhimpunan bisa bermanfaat bagi masayrakat banyak. “Dulu ketika Gunung Kelud meletus, kami terjun langsung ke lapangan sambil membawa kebutuhan masyarakat,” ceritanya.

Ia berharap, kegiatan perayaan Imlek tersebut tidak dirayakan secara seremonial saja, tetapi bisa berdampak positif bagi perhimpunan masyarakat Bagansiapiapi. “Semoga Bagansiapiapi lebih maju dan enerjik,” katanya.

Perwakilan Generasi Muda Perhimpunan Masyarakat Bagansiapapi Rudyanto merasa bangga dengan perayaan Imlek yang disemarakkan secara serentak. “Kami bangga dengan adanya perhimpunan Bagansiapiapi ini. Bisa menjalin komunikasi dengan banyak orang dan bisa berbagi pengalaman,” ungkap pria bernama Tionghoa, Chua Ching Tiong.

Perayaan Imlek Tahun 2016 memang dirayakan oleh ribuan warga Bagansiapi-api yang dipusatkan restoran Tristar, Surabaya. Acara yang seharusnya dimulai pukul 18.00 WIB namun molor hingga pukul 19.00 WIB pun tetap berlangsung meriah. (roz)