IIDI Surabaya Imbau Deteksi Dini Kanker Serviks

GN/FAKHRUR ROZIQ PRIHATIN: Para anggota IIDI Surabaya berpose usai kegiatan termasuk Ketua IIDI Surabaya 2015-2018, Heri Sri Totok Suhartojo (nomor enam dari kiri) dan Yasmina Ahmad Yani (tujuh dari kanan).

GN/FAKHRUR ROZIQ
PRIHATIN: Para anggota IIDI Surabaya berpose usai kegiatan termasuk Ketua IIDI Surabaya 2015-2018, Heri Sri Totok Suhartojo (nomor enam dari kiri) dan Yasmina Ahmad Yani (tujuh dari kanan).

SURABAYA (Global News)-Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Surabaya mengungkapkan keprihatinan masih banyaknya kasus kanker serviks, khususnya di Jawa Timur. Terlebih memprihatinkan banyak wanita yang tidak menyadari sebenarnya mereka sudah mengidap kanker.

Hal itu diungkapkan Ketua IIDI Cabang Surabaya Periode 2015-2018, Heri Sri Totok Suhartojo bertepatan dengan puncak rangkaian peringatan hari ulang tahun (ultah) IIDI Cabang Surabaya ke-61 dan peringatan Hari Ibu ke-87 yang diselenggarakan di Gedung Airlangga Medical Education Center (AMEC) Fakultas Kedokteran Unair.

Dengan mengusung tema “ Ikatan Isteri Indonesia Berperan Serta Dalam Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Permpuan Untuk Menuju Indonesia Sehat”, kegiatan ini dihadiri Hj. Fatma Saifullah Yusuf.

Ketua IIDI Cabang Surabaya, Heri Sri Totok Suhartojo mengungkapkan, angka kasus kanker serviks di Jawa Timur (Jatim) menembus angka 1.536 orang lebih. Hal ini disebabkan karena para penderita kanker tidak menyaradari bahwa dirinya mengidap penyakit kanker. “Baru kemudian, setelah berdampak pada tubuh diperiksakan ke dokter,” ujar Heri Sri Totok Suhartojo.

Terkait itu,menurut Heri Sri Totok Suhartojo, deteksi dini terhadap penyakit kanker sangat dibutuhkan, dalam rangka mengurangi angka kematian akibat penyakit kanker. “Kebanyakan perempuan tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit kanker. Hal ini juga menjadi pemicu angka kematian akibat penyakit kanker,” tutur Heri Sri Totok Suhartojo pada Global News, Rabu (3/2/2016).

Suhartojo menuturkan, penyakit kanker menjadi penyumbang terbanyak dalam angka kematian, kalau segera tidak dibenahi maka akan semakin bertambah banyak. Hidup yang kurang sehat dan jarang konsultasi ke dokter menjadi salah satu penyebabnya. “ Makanya kemudian kami mengambil tema peringatan rangkaian HUT IIDI Surabaya ini dengan mengentaskan angka penyakit kanker,” katanya.

Dalam rangkaian peringatan HUT IIDI tersebut, menurut Suhart0jo, pada Desember 2015 kemarin sudah mengadakan kegiatan deteksi dini penyakit kanker, tepatnya di wilayah Keputih, Surabaya. “Masyarakat cukup antusias dengan acara tersebut,” katanya.

Pada program selanjutnya, ia bertekad untuk untuk kembali membangun bangsa dengan cara memberikan program sehat kepada masyarakat, salah satunya mengimbau pada masyarakat memahami mengenai pentingnya deteksi penyakit kanker di usia dini. “Tentunya kami berharap agar pada periode selanjutnya bisa memberikan yang terbaik pada masyarakat,” katanya.

Di tempat sama, Ketua IIDI Cabang Surabaya sebelumnya, Yasmina Ahmad Yani memberikan apresiasi atas langkah yang dilaksanakan IIDI Surabaya dalam rangka mengentaskan angka kanker serviks. “Tentunya saya berharap agar pada kepengurusan selanjutnya bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Khususnya bisa memberikan terobosan baru bagi kesehatan masyrakat,” katanya. (roz)