Gawat! Sirine Banjir di Bengawan Solo Dirusak

Istimewa Sirine perangkat Early Warning System banyak yang dirusak pihak yang tidak bertanggung jawab

Istimewa
Sirine perangkat Early Warning System banyak yang dirusak pihak yang tidak bertanggung jawab

SOLO (Global News)-Perangkat early warning system (EWS) peringatan banjir yang ditempatkan di dua lokasi perairan Sungai Bengawan Solo, pada musim penghujan ini diketahui banyak sirinenya yang rusak. Kerusakan tersebut bukan karena kurang perawatan, tetapi karena dirusak tangan-tangan jahil.

“Ada oknum yang terganggu dengan suara sirine tersebut. Itu sebabnya, saat ini sirine peringatan banjir hanya menyala lampunya saja,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Operasional Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Antonio Suryono, pada wartawan, Jumat (5/2/2016).

Menurut Antonio, EWS dipasang Perum Jasa Tirta (PJT) di dua pintu air, yakni di pintu air Putat dan pintu air Demangan.

Kedua alat tersebut tidak berfungsi sempurna, meskipun sebenarnya tetap dilakukan perawatan dengan baik.

”Alat ini sebenarnya tidak perlu dioperasikan, sebab kalau ketinggian air sudah menyentuh ketinggian tertentu, secara otomatis lampu hijau akan menyala dan sirine berbunyi. Kalau airnya tidak menurun, suara sirine tetap berbunyi sampai beberapa hari,” jelasnya.

Penyebab sirine tidak berbunyi, katanya, karena sensor dicabut oknum yang terganggu suara sirine yang terus berbunyi saat ketinggian air menyentuh sensor.

Terpisah, Ketua Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) RT 01 RW 02, Kelurahan Sewu, SM Budi Utomo, menilai, selama ini sirine dihadapkan ke arah lokasi yang salah, yakni ke barat dan tidak tertuju ke lokasi permukiman warga yang rawan banjir. Dia berharap agar arah sirine diubah dihadapkan ke lokasi yang lebih tepat. ”Kami berharap sirine bisa dihadapkan ke arah tenggara. Sebab arah tersebut merupakan permukiman yang rawan terkena dampak banjir,” jelasnya (tok)