Berangkat ke Spanyol, Evan Dimas Dipesani Kekasih Rajin Salat-Ngaji

Istimewa Evan Dimas bersama dengan sang pujaan hati

Istimewa
Evan Dimas bersama dengan sang pujaan hati

Gelandang muda Indonesia Evan Dimas Darmono telah bertolak ke Spanyol pada Selasa (2/2/2016) malam. Keberangkatan Evan ke Negeri Matador untuk menimba ilmu selama kurang lebih lima bulan bersama klub Liga BBVA, Espanyol.

Seorang perempuan muda tampak duduk di salah satu ruang keluarga di rumah Evan Dimas di Dusun Ngemplak, Desa Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Perempuan muda itu tampak sibuk mengemasi baju ke dalam tas koper yang dibawa Evan Dimas ke Spanyol. Perempuan itu bernama Ishardianti Rahma. Ia tak lain kekasih Evan Dimas. Senin malam (1/2/2016), Rahma menjadi tamu istimewa Evan Dimas Darmono dan keluarganya.

Kedatangan Rahma ke rumah Evan Dimas di Dusun Ngemplak, Desa Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, selain untuk membantu berkemas juga memberikan semangat buat sang pujaan yang akan berangkat ke Spanyol. Mantan kapten Timnas Indonesia tersebut akan mengikuti trial bersama klub Espanyol selama sekitar empat hingga lima bulan.

“Semua terbaik yang dilakukan dia (Evan) pasti saya dukung. Untuk mengobati kangen, Evan harus selalu kasih kabar. Tetapi, yang terpenting bagi saya, Evan bisa menjaga kesehatannya di sana. Terakhir, dia juga harus rajin salat dan ngaji,” tutur gadis yang sudah menjadi kekasih Evan selama dua tahun ini.

Selain memberi semangat, kesempatan kali ini digunakan Rahma dan Evan berkumpul dengan keluarga. Meski baru keesokan harinya, Selasa, berangkat, suasana keberangkatan Evan untuk mengikuti trial sudah tampak terasa. Ini terlihat dengan berkumpulnya seluruh keluarga besar Evan dan teman-temannya di kampung.

Keesokan harinya, Rahma pun ikut mengantar Evan hanya sampai ke Bandara Juanda. Bahkan tak hanya Rahma dan keluarga Evan, warga dan teman-teman sekampung juga ikut melepas kepergian Evan ke Spanyol. Satu per satu mereka mendatangi kediaman Evan untuk memberi ucapan selamat jalan.

“Sekali lagi, mohon doanya semua masyarakat Indonesia, agar saya bisa melewati latihan di Espanyol nanti dengan baik. Sehingga, ilmu sepakbola yang akan saya dapat nanti, bisa saya sumbangsihkan untuk adik-adik di Indonesia ke depan,” tutur Evan sesaat sebelum bertolak ke bandara.

Dari Surabaya, Evan tidak langsung menuju Spanyol, namun mampir di Jakarta. Di ibukota, Evan memenuhi undangan bertemu dengan Menpora dan CEO Nine Sport, Arif Wicaksono. Bahkan dalam pertemuan tersebut, Evan mendapat hadiah spesial dari Menpora, Imam Nahrawi, berupa sarung berwarna hijau. Evan pun akhir bertolak ke Spanyol dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa malam pukul 19.00 WIB. Di Spanyol, Evan akan ditemani sahabat karibnya, Puguh Pangestu.

CEO Nine Sports Arif Wicaksono, mengatakan, banyak keuntungan yang bakal didapat Evan selama berguru di Espanyol. Misalnya, selama di sana Evan akan mengatur makan dan fitness sendiri. “Hasilnya pasti akan beda nanti,” kata Arif pada wartawan.

“Evan bakal digaji per bulan. Fasilitas kehidupan dia ditanggung. Dia menempati apartemen sekamar dengan pemain Espanyol, kalau sahabatnya terpisah di apartemen lain,” kata Arif.

Bukan hanya menempa fisik dan teknik, Evan juga berpeluang mendapatkan kontrak dengan durasi setidaknya dua tahun.

“Jangankan Espanyol B, Espanyol A juga terbuka peluangnya. Yang penting dia bisa memanfaatkan kesempatan dan tampil baik di sana. Kontrak di La Liga itu setahu saya minimal dua tahun untuk pemain,” ujar Arif.

Evan sendiri pernah mencoba peruntungan di Spanyol bersama klub kasta kedua, UE Llagostera, sayang saat trial Evan gagal memikat pihak klub sehingga pulang begitu saja. Evan pun tak ingin hal tersebut sampai terulang. “Saya belum pikirkan soal kegagalan, jalani saja dulu,” ucap pemain 20 tahun tersebut. “Saya harus manfaatkan betul betul peluang ini, karena kesempatan tak datang dua kali,” tegas pemain yang membela Surabaya United itu.

Kata Evan, kualitas sepakbola Indonesia dan Spanyol sangat jauh berbeda. Tapi hal itu tak membuat Evan minder, apalagi pemain yang identik dengan nomor enam ini punya waktu untuk menyempurnakan fisik dan teknik lebih dulu. “Sepakbola di sini dan di sana kualitasnya kalah jauh, bagus di sini belum tentu bagus di sana, maka saya harus siap segalanya. Meski saya kemarin gagal, kali ini saya harus lebih semangat lagi,” tuturnya sebelum berangkat.(gla/zis)