Banjir Melanda, Pengusaha Las Pun Kebanjiran Order Tempat Tidur Susun

GN/BAMBANG SUJARWANTO BANJIR ORDERAN: Musim banjir tahun ini membawa berkah bagi pengusaha las di Mojokerto. Mereka panen orderan membuat tempat tidur tingkat dan rak barang tinggi.

GN/BAMBANG SUJARWANTO
BANJIR ORDERAN: Musim banjir tahun ini membawa berkah bagi pengusaha las di Mojokerto. Mereka panen orderan membuat tempat tidur tingkat dan rak barang tinggi.

Banjir tidak selalu membawa bencana atau musibah, tapi banjir juga bisa membawa berkah bagi warga. Salah satunya dirasakan pengusaha las di Kabupaten Mojokerto. Seperti apa?

OLEH: BAMBANG SUJARWANTO

Musim banjir pengusaha las di Mojokerto kebanjiran order membuat rak barang dan tempat tidur tingkat tahan banjir.

Dalam sebulan omset mereka naik 200 persen dari sebelumnya.
Ponari pengusaha las di Kec. Jabon dan di Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto mengaku, sejak pertengahan Januari hingga Februari ini, orderan las pembuatan rak besi dan tempat tidur tingkat meningkat drastis.

“Dalam sebulan saya dapat orderan membuat rak barang setinggi 2 meter mencapai 20 unit. Setiap rak harganya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta, ”katanya.

Padahal, bulan sebelumnya maksimal mendapatkan order membuat rak besi seperti itu hanya sebanyak 6 unit. “Seringnya banjir melanda 8 kecamatan itu, banyak warga yang hidup di kawasan banjir pesan rak besi tahan banjir ke saya,” katanya.

Bapak tiga anak ini mengatakan, untuk membuat satu unit rak barang dari besi tahan banjir dibutuhkan waktu 4 hari. Dari satu unit itu, Ponari mendapatkan keuntungan bersih antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu.

Senada juga disampaikan Wariman, pengusaha las di Mojosari. Ia mengatakan sejak musim banjir ini order membuat tempat tidur besi setinggi 1,5 meter sampai 2 meter meningkat 200 persen. Sebelum ada banjir, pesanan warga membuat tempat tidur dari besi setinggi itu maksimal 7 unit dalam sebulan.

Sekarang sejak Januari sampai pertengahan Februari ada 21 unit. “Semakin sering ada banjir, order saya semakin banyak. Dari hasil membuat tempat tidur itu, saya bisa mengambil keuntungan antara Rp 250 ribu sampai Rp 700 ribu per unit,” katanya.

Suparman Warga Desa Jotangan, Kec. Mojosari mengatakan, dia lebih baik membeli rak barang besi anti banjir setinggi 2 meter, meskipun harganya jutaan rupiah. Pasalnya, tanpa rak ini, barang-barangnya mudah rusak setelah kena banjir.

“Setelah ada rak ini, kami lebih tenang. Barang kami selamat tidak kena banjir dan tidak rusak. Selama ketinggian banjir masih di bawah 2 meter semua barang-barang kami baik elektro, kasur selamat dari banjir,” katanya. *