80% Siswa SD Bisa Baca Alquran dengan Baik

GN/Masdawi Dahlan Sosialisasi Uji Kompetensi Baca Alquran Bagi Guru Agama Islam SD di Pamekasan.

GN/Masdawi Dahlan
Sosialisasi Uji Kompetensi Baca Alquran Bagi Guru Agama Islam SD di Pamekasan.

PAMEKASAN (Global News)-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Senin (1/2/2016) mengelar sosialisasi uji kompetensi baca Alquran bagi guru agama Islam se-Pamekasan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan SMKN 3 Pamekasan, dibuka Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pamekasan Drs Moh Tarsun MSi dan diikuti 484 peserta yang berasal dari guru agama tingkat SD negeri dan swasta.
Kepala Bidang TK/SD Disdik Pamekasan Drs Pramajaya MPd mengatakan kegiatan uji kompetensi baca Alquran bagi guru agama Islam kali ini merupakan tahun kedua. Tahun pertama dilakukan 2015 dan membuahkan hasil cukup bagus. Karena itu tahun ini dilakukan kembali untuk terus dilakukan penyempurnaan berbagai aspeknya.
“Latar belakang sosialisasi ini sebenarnya didasari oleh upaya untuk menertibkan visi dan misi bagaimana program baca Alquran yang baik dan benar bagi siswa. Karena selama ini ada kesalahan dalam memahami bahwa disangkanya program uji kompetensi baca Alquran bagi siswa dianggap sebagai persyaratan kelulusan bagi anak,” paparnya.
Program ini, kata Pramajaya, merupakan program kreativitas disdik untuk menindaklanjuti tentang adanya perda tentang Baca Tulis Alquran. Salah satu amanah dalam perda tersebut harapan anak lulus SD di Pamekasan sudah bisa baca tulis Alquran dengan baik.
“Dalam sosialisasi program uji kompetensi baca Alquran bagi guru agama Islam nanti, akan makin jelas kira kira hal apa yang perlu diperbaiki. Karena ditemukan memang ada masalah teknis yang perlu mendapatkan perhatian dan diperbaiki. Semuanya nanti akan diberikan oleh para pemateri yang dihadirkan pada acara sosialisasi ini,” jelasnya.
Hasil pantuan disdik tentang kemampuan baca Alquran para siswa SD di Pamekasan, Pramajaya menegaskan antara siswa SD di kota dan di pedesaan relatif sama, banyak yang bagus dan ada juga yang jelek. Tergantung pada pembinaan yang dilakukan sekolah .
“Kalau di kota yang SD swasta favorit seperti SD Nurul Hikmah, SDI Al Munawarah, SDI Al Irsyad dan kini banyak SD Islam swasta lainnya, kemampuannya sangat bagus. Tetapi juga di desa sekalipun mayoritas sudah banyak yang bisa baca Alquran dengan baik ada juga yang masih belum bisa baca, hasil temuan kita tahun lalu seperti itu,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Pramajaya, secara umum faktanya cukup membanggakan, hasil pemantauan pelaksanaan tahun 2015, sebanyak 80 persen siswa SD telah bisa membaca Alquran dengan baik. Kondisi ini patut diapresiasi dengan baik dan ditingkatkan. Termasuk salah satu upaya yang dilakukan itu adalah dengan memperbaiki kualitas dan metode mengajar para guru agamanya. (mas/*)