Terbakar, 60 Persen Barang Pedagang Pasar Sedangdang Terselamatkan

Pasar Sedangdang Terbakar

GN/MASDAWI DAHLAN Kios pasar Sedangdang, Kabupaten Pamekasan habis dilalap si jago merah, Jumat (29/1/2016) sore.

PAMEKASAN (Global News)-Pasar Sedangdang terbakar, Jumat sore kemarin. Meski demikan, diperkirakan sekitar 60 persen barang barang dagangan pemilik los dan kios di pasar itu terselamatkan. Barang barang tersebut antara lain yang bisa dilempar oleh pemiliknya keluar kios saat api mulai merambat.

Hendra, salah seorang pemilik toko yang lokasinya berdekatan dengan pasar tersebut, mengungkapkan asalnya api itu muncul dari bagian tengah sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu pemilik los dan kios sudah tahu sehingga mereka berusaha mengeluarkan barang dagangannya dan dilempar ke luar. Barang barang dagangan yang bisa diselamatkan seperti pakaian, sepatu, kerajinan dan barang dagangan lain yang mudah pengamanannya. Memang pasar itu tidak seperti pasar umum, di dalamnya kios hanya hanya berjualan pakaian, sepatu buah buahan, dan sejumlah kios yang menjual hasil kerajinan tangan.

Pemilik toko masih bisa menyelamatkan sebagian barang dagangannya karena awalnya api tidak menjalar cepat. Namun tiba tiba api menjalar cepat setelah travo listrik di gardu yang adi di kawasan pasar itu meledak. Sehingga secepat kilat juga api merambat ke seluiruh kios dan los karena tiap kios itu teraliri listrik.

“Jumlah kiosnya sekitar 50 an lah dan sekitar 60 persn barang dagangannya bisa terselamatkan. Karena api awalnya tidak cepat. Baru setelah gardu listrik dan travonya meledak, nah pada saat itulah langsung semua los yang terdapat didalamnya terbakar secara bersamaan dan cepat,” ujar Hendra, penjual bubur yang tokonya persis berada di sebelar timur los pasar Sedandang tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya belum lepas dari ingatan kita akan kebakaran dahsyat yang menimpa Pasar Kolpajung Pamekasan, akhir tahun 2015 lalu, Jumat sore kemarin kebakaran kembali terjadi di kota Pamekasan. Kali ini menimpa Pasar Sedangdang yang berlokasi dipusat kota Pamekasan. Puluhan kios ludes tak tersisa.

Seorang warga yang rumahnya persis berada di depan atau bagian barat Pasar Sedangdang ini m

GN/MASDAWI DAHLAN Salah seorang warga 'menikmati' pemandangan asap kebakaran pasar Sedangdang.

GN/MASDAWI DAHLAN
Salah seorang warga ‘menikmati’ pemandangan asap kebakaran pasar Sedangdang.

engatakan, api mulai terliat dari sebuah kios di bagian belakang, sekitar pukul 15.45. Lalu kemudian makin membesar dan akhirnya terus menjalar ke seluruh kios yang memang dibangun berjejer dari arah utara ke selatan di pasar tersebut.

“Tak ada pemadam kebakaran mas. Saya bersama warga lainnya mencoba untuk mengambil air seadanya tapi tak bisa bermanfaat apa apa. Api terus membesar dan melahap habis semua kios itu. Petugas gabungan dari Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan dibantu dengan masyarakat berupaya untuk memadamkan api, paling tidak agar tidak merambat ke rumah penduduk,” katanya.

Persis di bagian utara pasar tersebut Kantor Koramil Kota Pamekasan. Bahkan satu unit bangunannya berdempetan dengan pasar itu. Namun kantor itu berhasil diselamatkan dari amukan api. Pasar Sedandang itu sendiri menempati bagian barat dari Lapangan Sedandanag tersebut yang merupakan milik TNI Angkatan Darat.

Pasar Sedandang sebenarnya bukan pasar, melainkan tempat mangkalnya sejumlah pedagang misalnya pedagang buah, sepatu dan kios pakain. Namun karena lokasi ini streategis, apalagi di lapangan Sedandang ini tiap tahun ada pameran atau pasar malam, maka para pedagang didalamnya merasa betah dan tidak mau pindah.

Pasar yang berlokasi atau menempati pinggir bagian barat Lapangan Sedangdang ini sudah ada sejak zaman Orde Baru. Sebenarnya di lokasi ini dilarang berjualan permanen karena termasuk kawasan hijau. Namun karena para pedagang kios merasa keenakan ditempat tersebut akhurnya tidak mau untuk dipindah.

Pemerintah terus berencana untuk memindahkan pasar tersebut. Terakhir pemerintah telah menyediakan lahan untuk mereka di Eks Stasiun Kereta Api Jalan Trunojoyo. Hingga kini masih dilakukan negoisasi antara pemerintah dengan para pedagang untuk segeera pindah ke lokasi yang baru tersebut. (mas)