Seminggu Tutup, Bandara Malang Kembali Beroperasi

MALANG–Setelah seminggu tutup lantaran terkena dampak abu vulkanik Gunung Bromo yang telah menutup area bandara, Selasa (19/1/2016) pagi kemarin, Bandara Abdul Rachman Saleh yang berlokasi di Kabupaten Malang, kembali beroperasi.
Meski demikian, penerbangan sipil dari dan menuju Bandara kebanggaan warga Malang ini tetap mendapat pantauan khusus. Mengingat, aktivitas vulkanis Gunung Bromo masih belum bisa diprediksi, dan bisa berubah arah sewaktu-waktu.
“Hari Senin (18/1) kemarin masih kami tutup karena area bandara masih tertutup abu vulkanik dan Selasa (19/1) pagi sudah dibuka kembali. Hanya saja, penutupan bandara juga bisa dilakukan kembali sewaktu-waktu, sebab setiap hari kami lakukan evaluasi dan kami laporkan ke pusat,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abd Saleh Suharno di Malang, Rabu (20/1/2016).
Setelah dibuka kembali, sejumlah penerbangan sipil juga mulai beraktivitas, baik keberangkatan maupun kedatangan. Beberapa maskapai penerbangan sipil yang berangkat dan datang di Bandara Abd Saleh dengan rute Malang-Jakarta pergi pulang (PP) dan Malang-Denpasar pp adalah Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, dan Wings Air.
Suharno menyebut, sehari sebelumnya hujan tipis sempat menyelimuti lokasi bandara, karena abu yang dikeluarkan Gunung Bromo mengarah ke barat daya, yang berarti menuju ke Kota Malang. Sementara pantauan jumlah penumpang di bandara pada pembukaan hari pertama, kata Suharno, sudah cukup banyak.
Pihak maskapai sudah menghubungi para penumpang begitu notice to airmen (Notam) dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), atau dikenal dengan nama AirNav diterima pihak bandara dan disampaikan ke masing-masing maskapai. “Mereka biasanya langsung menghubungi penumpang ketika notam diterima. Maka itu, sebenarnya, penting sekali bagi penumpang untuk memberikan nomor telepon yang aktif setiap waktu,” tambah dia.
Ia menyebut, pembukaan bandara ini akan dievaluasi hingga hari ini. Apabila kondisi dinyatakan masih aman, bandara akan dibuka terus hingga ada pemberitahuan lanjutan jika kondisi kembali tidak memungkinkan untuk lepas landas.
Sementara itu, meski Bandara Abdul Rachman Saleh selama beberapa hari ditutup akibat abu vulkanik Gunung Bromo, pegawai atau petugas bandara dilarang libur. Semua petugas harus tetap siaga, karena penutupan dan pembukaan bandara sesuai instruksi pusat (Kemenhub), sehingga semua petugas tetap masuk seperti biasa, tidak ada yang libur.
“Harapan kami, penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh ini bisa normal kembali. Dan, untuk saat ini terus dilakukan pemantauan dan evaluasi yang kami laporkan ke pusat. Pembukaan atau penutupan bandara menunggu instruksi dari pusat,” ucapnya.
Di tempat terpisah, pihak otoritas bandara meminta kepada operator Abdul Rachman Saleh Malang untuk lebih waspada dan lintasan di bandara harus benar-benar steril dari sisa-sisa semburan debu vulkanik. Karena bisa mengancam keamanan penerbangan.
“Abu vulkanik di bandara Malang harus dipastikan bersih. Sebab, notarm telah memberikan izin penerbangan di Malang dibuka. Namun pembukaan layanan penerbangan itu harus diikuti catatan,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Bambang Setiajid, Rabu (20/1/2016).
Seperti diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih belum normal kembali sejak ditetapkan statusnya ditetapkan menjadi siaga. Akibat penutupan Bandara Abdul Rachman Saleh tersebut, ribuan calon penumpang dari berbagai maskapai dengan tujuan Jakarta dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya. * ara, suy